Pernyataan dari ketiga pejabat ini mengubah secara drastis ekspektasi pasar. Data dari CME FedWatch Tool dan Polymarket menunjukkan penurunan signifikan peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada FOMC 27-28 Oktober 2026. Pada Senin, 29 September, peluang ini masih berada di 70,9%. Setelah pernyataan Williams pada Selasa, angka tersebut turun menjadi 44-50%. Puncak penurunan terjadi setelah pidato Jefferson, di mana peluang kenaikan bunga di Oktober kini hanya berkisar 23-26%.
Sebaliknya, peluang kenaikan suku bunga pada FOMC Desember 2026 justru meningkat signifikan, dari 39% menjadi 63,2%. Ini menunjukkan pasar kini lebih memperkirakan The Fed akan menahan diri di Oktober dan baru akan menaikkan suku bunga sekali lagi di Desember.
Faktor di Balik Sinyal Dovish The Fed
Pergeseran sentimen The Fed ini dipengaruhi oleh beberapa data ekonomi penting. Pertama, inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) Agustus berada di 3,4% year-on-year, tidak lebih buruk dari bulan Juli, memberikan sedikit ruang bagi The Fed untuk tidak panik. Kedua, indeks kepercayaan konsumen (Consumer Confidence) yang dirilis Conference Board AS anjlok 6,7 poin dari 88,6 menjadi 81,9 pada September, level terendah sejak April 2014, jauh di bawah ekspektasi 89,0. Ketiga, data lowongan kerja (JOLTS) Agustus menunjukkan penurunan 256.000 menjadi 7,079 juta, mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Meski demikian, sebagian pejabat masih bersikap hawkish. Lorie Logan dari Dallas Fed, anggota voting FOMC, menyatakan bahwa setidaknya dibutuhkan kenaikan 50 basis poin lagi untuk mengembalikan inflasi ke target, menyebut kenaikan September sebagai ‘langkah pertama’. Ini menunjukkan bahwa komite FOMC masih terpecah.
Selain itu, kenaikan yield US Treasury 10 tahun yang menyentuh 5,24% juga menjadi pertimbangan. Kenaikan yield ini terjadi di tengah data ekonomi AS yang kuat dan lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Israel versus Iran yang berlanjut, serta pengerahan kapal induk ketiga oleh AS. Kondisi pasar yang sudah mengetat secara otomatis melalui yield obligasi tinggi ini mengurangi kebutuhan The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.