Sabtu, 3 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Jadwal Bahrain Grand Prix di Malaysia: Link Live Streaming & Info

Mobil Formula 1 melaju cepat di sirkuit Sepang Malaysia 2026
Persaingan ketat F1 2026 akan kembali memanaskan aspal Sirkuit Internasional Sepang akhir pekan ini. (Ilustrasi: AI)

Sirkuit Internasional Sepang mendadak riuh lagi setelah delapan tahun mati suri. Lintasan yang pernah menjadi ikon balapan Asia ini kembali ke kalender Formula 1, namun bukan atas nama GP Malaysia. Nama yang terpampang di gerbang sirkuit adalah Bahrain Grand Prix 2026.

Pemindahan lokasi ini menjadi konsekuensi pahit akibat situasi keamanan di Timur Tengah yang memaksa otoritas F1 mencari gelanggang pengganti secara darurat.

Sepang menyambut para pembalap dengan tantangan fisik yang brutal. Kelembapan udara tinggi khas Selangor diprediksi bakal menguras stamina sejak lap pertama. Belum lagi kombinasi dua trek lurus panjang dan empat zona DRS yang menuntut efisiensi aerodinamika maksimal.

Bagi sebagian besar pembalap di grid saat ini, aspal Sepang adalah wilayah asing. Mereka belum pernah menguji mobil generasi terbaru di sirkuit legendaris sepanjang 5,543 kilometer tersebut.

Pertarungan Internal Mercedes

Mata penonton kini terkunci pada garasi Mercedes. Persaingan antara George Russell dan Kimi Antonelli memanas setelah aksi gemilang Russell di Azerbaijan. Russell punya misi personal: memangkas selisih poin dari rekan setimnya yang sedang naik daun. Namun, fakta di lapangan menunjukkan Antonelli tidak membiarkan itu terjadi dengan mudah.

Pada sesi latihan bebas ketiga (FP3), Antonelli tampil garang. Ia memuncaki catatan waktu, bahkan mengasapi Max Verstappen yang biasanya sulit dikejar. Mercedes datang membawa paket pembaruan mesin yang masif. Tujuannya jelas, memastikan dominasi mereka tidak goyah saat balapan berlangsung di bawah terik matahari Sepang yang menyengat.

Ancaman Verstappen dan Hadjar

Di seberang paddock, Red Bull mencoba keluar dari tekanan. Max Verstappen masih memburu kemenangan pertamanya musim ini. Ia punya memori indah di sini, tepatnya saat ia menaklukkan podium tertinggi pada 2017 silam. Kenangan itu menjadi modal psikologis yang kuat. Namun, ia tidak sendiri.

Rekan setimnya, Isack Hadjar, kini kembali setelah pulih dari cedera dan menunjukkan performa yang cukup mengancam sejak kembali ke kokpit.

Nasib berbeda dialami dua tim besar lainnya, McLaren dan Ferrari. McLaren masih berusaha menata puing-puing kepercayaan diri setelah insiden pahit di Baku pekan lalu. Sementara itu, mekanik Ferrari tampak memutar otak lebih keras.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda