Sabtu, 3 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Sarmuji Dinilai Bisa Bawa Terobosan Baru di Perindustrian Indonesia

M. Sarmuji saat dilantik menjadi Menteri Perindustrian Indonesia
M. Sarmuji resmi memimpin Kementerian Perindustrian dengan tanggung jawab besar memperkuat daya saing industri nasional. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Pelantikan M. Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk parlemen. Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, optimistis bahwa sosok Sarmuji memiliki kapasitas untuk membawa perubahan signifikan bagi sektor manufaktur nasional.

Gandung menilai penunjukan Sarmuji bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi industri dalam negeri. Pengalaman dan gaya kepemimpinan Sarmuji diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi global yang semakin dinamis dan penuh persaingan ketat.

“Ini merupakan kepercayaan besar sekaligus tanggung jawab yang sangat strategis bagi masa depan industri nasional. Saya berharap dengan pengalaman, kepemimpinan dan tangan dingin beliau, Kementerian Perindustrian ke depan semakin kuat, responsif dan mampu menghadirkan terobosan-terobosan strategis,” ujar Gandung melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).

Fokus pada Ekosistem Kawasan Industri

Salah satu poin utama yang disoroti oleh Gandung adalah pengembangan kawasan industri. Selama ini, kawasan industri sering kali hanya dipandang sebagai lokasi investasi fisik. Namun, di bawah kepemimpinan Sarmuji, ia mendorong agar kawasan tersebut bertransformasi menjadi ekosistem yang terintegrasi sepenuhnya.

Pengembangan kawasan industri idealnya tidak berhenti pada penyediaan lahan. Gandung menekankan pentingnya dukungan infrastruktur yang memadai, ketersediaan energi yang stabil, efisiensi logistik, hingga kepastian regulasi bagi para pelaku usaha. Ia berharap kawasan industri bisa menjadi rumah yang kondusif bagi tumbuhnya industri nasional dengan keterlibatan sumber daya manusia yang kompeten.

Selain itu, integrasi antara industri berskala besar dengan industri kecil dan menengah serta UMKM menjadi target yang harus dikejar. Hal ini krusial agar dampak positif dari kebijakan industrialisasi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas, tidak hanya terkonsentrasi pada korporasi besar.

Penguatan SNI sebagai Instrumen Daya Saing

Selain infrastruktur fisik, Gandung juga menitipkan pesan penting terkait kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Baginya, SNI merupakan instrumen vital untuk meningkatkan kualitas produk dalam negeri agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Penerapan SNI yang konsisten diyakini dapat menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat. Selain itu, langkah ini sekaligus menjadi bentuk perlindungan konkret bagi konsumen di Indonesia dari peredaran produk-produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas.

Sektor industri kini tengah menanti langkah konkret dari kementerian untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut dalam waktu dekat guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair