MATARAM — Lebih dari 44 ribu rumah rusak menanti perbaikan. BNPB bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Agustus lalu.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto mengumumkan bahwa dana stimulan untuk rumah rusak ringan dan sedang sudah memasuki tahap verifikasi, dengan sebagian besar data penerima telah terverifikasi. Dia memerintahkan agar semua dana tersalur dan dicairkan warga yang berhak pada Oktober 2026.
“Saya sudah perintahkan agar di bulan Oktober ini, secepatnya dana tersebut sudah bisa disalurkan dan dicairkan oleh warga yang berhak menerima,” kata Suharyanto pada Kamis (2/10).
Besaran Bantuan Berbeda Sesuai Tingkat Kerusakan
Bantuan pemerintah disesuaikan dengan kondisi rumah. Warga dengan rumah rusak ringan akan menerima Rp15 juta untuk biaya perbaikan. Mereka yang rumahnya rusak sedang mendapat Rp30 juta.
Dana akan masuk langsung ke rekening masing-masing penerima setelah verifikasi selesai. Dari jumlah tersebut, 75 persen dapat langsung dicairkan tunai. Sisa 25 persen dicairkan berdasarkan bon atau tanda bukti pembelian material perbaikan rumah.
“Saya tegaskan, dana itu digunakan untuk perbaikan rumah ya,” tegas Suharyanto, memastikan dana digunakan sesuai tujuannya.
Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
Untuk warga dengan rumah rusak berat, pemerintah menyediakan skema hunian sementara (huntara) yang akan dilanjutkan pembangunan hunian tetap (huntap). Mereka yang memilih tidak tinggal di huntara bisa mendapat Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.
Pembangunan sudah berjalan bersamaan dengan proses pendataan. Suharyanto melaporkan bahwa sejumlah huntara sudah selesai 100 persen.
“Sembari pendataan berlangsung, proses pembangunan huntara dan huntap sudah dilakukan. Bahkan sudah cukup banyak huntara yang pembangunannya selesai 100 persen,” ujarnya.
Berdasarkan data BNPB per 29 September 2026, progres pembangunan huntara menunjukkan 124 unit sudah selesai, 861 unit sedang dibangun dengan progres kurang dari 50 persen, 117 unit sudah melampaui 50 persen pengerjaan, dan 299 unit masih dalam tahap penyiapan lahan dan droping material.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.