Minggu, 4 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

BT Dituduh Intimidasi Pelanggan dalam Migrasi Jaringan Digital

Router internet rumah yang sedang dalam proses instalasi jaringan digital
Proses peralihan ke jaringan digital menjadi tantangan bagi penyedia layanan dan konsumen menjelang batas akhir. (Ilustrasi: AI)

LONDON — Perusahaan telekomunikasi raksasa asal Inggris, BT, menghadapi tuduhan melakukan tindakan intimidasi terhadap pelanggan mereka. Praktik ini muncul seiring upaya perusahaan mempercepat migrasi jaringan telepon rumah berbasis tembaga lama ke sistem digital Voice over Internet Protocol (VoIP) sebelum tenggat waktu akhir Januari.

Pokok Peristiwa

Tuduhan tersebut mencuat setelah BT secara sepihak menghentikan sementara layanan pita lebar atau broadband milik sekelompok pelanggan yang dianggap tidak responsif. Dennis Reed, pendiri kelompok advokasi Silver Voices, menyebut langkah ini sebagai bentuk paksaan.

Dia menerima laporan bahwa pelanggan yang tidak kooperatif dalam menentukan jadwal peralihan diancam dengan pemutusan akses internet sebagai tekanan agar segera melakukan migrasi.

Pihak BT membenarkan bahwa mereka memang melakukan penghentian sementara akses internet bagi segelintir pelanggan yang tidak merespons komunikasi perusahaan selama dua tahun terakhir.

Langkah tersebut diklaim sebagai upaya terakhir agar pelanggan segera mengambil tindakan sebelum jaringan telepon analog benar-benar dipensiunkan.

BT memberikan pemberitahuan lima hari sebelum penghentian dilakukan, dengan menjamin bahwa layanan telepon rumah dan seluler tetap aktif agar perangkat darurat tetap berfungsi.

Konteks

Strategi ini dilaporkan membuahkan hasil, di mana lebih dari 80 persen pelanggan yang sebelumnya pasif akhirnya bersedia melakukan peralihan. Juru bicara BT menegaskan bahwa kebijakan ini diperlukan untuk menghindari risiko pemutusan layanan total saat jaringan analog nantinya benar-benar dimatikan sepenuhnya oleh Openreach, anak perusahaan BT yang mengelola jaringan nasional.

Peralihan besar-besaran ini merupakan transformasi teknologi paling signifikan sejak era televisi analog berakhir. Sejauh ini, perusahaan telekomunikasi di Inggris telah memindahkan sekitar 16-17 juta saluran ke sistem digital.

Namun, data menunjukkan masih ada sekitar 1,3 juta saluran berbasis tembaga yang belum beralih. Angka tersebut menjadi perhatian serius bagi kelompok pemerhati masyarakat rentan.

Kekhawatiran utama para pegiat adalah nasib kelompok lanjut usia dan mereka yang tinggal di wilayah pedesaan dengan infrastruktur internet tidak stabil.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Banyak dari mereka mengandalkan saluran telepon rumah untuk mengakses layanan bantuan medis darurat yang selama ini tidak bergantung pada koneksi internet.

Kasus serupa pernah mencuat pada Desember lalu saat Virgin Media dijatuhi denda sebesar 23,8 juta poundsterling karena memutus akses layanan alarm bagi ribuan pelanggan lansia dan disabilitas saat proses transisi berlangsung.

Direktur amal Age UK, Caroline Abrahams, mendesak penyedia layanan untuk memastikan tidak ada warga lanjut usia yang kehilangan akses layanan akibat kebijakan yang kaku. Kelompok ini secara statistik memang menjadi bagian terbesar yang belum bermigrasi ke teknologi digital.

Menjelang batas akhir Januari, tekanan terhadap perusahaan semakin meningkat untuk memastikan proses transisi berjalan lancar tanpa mengorbankan keamanan pelanggan di rumah.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis