Minggu, 4 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

PDAM Bangka Tengah Pastikan Stok Air Baku Aman Hadapi Kemarau Panjang

Instalasi pompa dan tangki penyimpanan air baku PDAM Bangka Tengah dengan pengukur kedalaman air di musim kemarau
PDAM Bangka Tengah memastikan ketersediaan air baku tetap aman meskipun wilayah dilanda kemarau panjang tiga bulan terakhir. (Ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

KOBA — Meskipun Kepulauan Bangka Belitung sedang mengalami kemarau panjang selama tiga bulan terakhir, PDAM Tirta Bangka Tengah memastikan ketersediaan air baku masih dalam kondisi aman. Direktur Achmad Barliansyah mengatakan dua sumber utama perusahaan—Kolong Jongkong dan Sarkawi—masih memiliki kedalaman sekitar 30 meter untuk menopang pelayanan.

“Debit air masih berkedalaman sekitar 30 meter di dua sumber air baku yaitu Kolong Jongkong dan Sarkawi, sehingga masih mampu menopang kebutuhan pelanggan,” ujar Achmad Barliansyah pada Sabtu saat dihubungi di Koba.

Kepastian ini relevan mengingat PDAM melayani 1.521 pelanggan total, dengan 1.444 di antaranya berstatus aktif. Stok air baku yang tersedia cukup krusial untuk menjaga kontinuitas layanan di tengah musim kering.

Dua Wilayah Masih Stabil, Namang Kritis

Direktur PDAM merinci, ketersediaan air baku di Kecamatan Koba diprediksi masih aman hingga Desember 2026. Sementara itu, wilayah Kecamatan Simpangkatis diperkirakan stoknya mencukupi hingga November 2026. Kedua kecamatan ini masih bisa diandalkan dalam beberapa bulan ke depan.

Namun situasi berbeda terjadi di Kecamatan Namang. Di lokasi ini, debit air baku mengalami penyusutan drastis hingga hanya tersisa kedalaman sekitar satu meter. Lebih parah lagi, air yang ada sudah bercampur dengan lumpur, mengurangi kualitas air baku.

“Debit air baku hanya berkedalaman sekitar satu meter yang sudah bercampur lumpur,” ungkap Achmad.

Ancaman Darurat Jika Kemarau Berkepanjangan

Kondisi Namang sangat rentan jika kemarau terus berlanjut tanpa hujan hingga Desember 2026. Achmad menegaskan potensi gangguan pelayanan sangat besar di wilayah tersebut.

“Jika hujan tidak turun hingga Desember ini maka ketersediaan air PDAM di Namang kemungkinan mengalami kondisi darurat,” katanya.

Ancaman darurat ini berdampak langsung bagi warga Namang yang bergantung pada layanan PDAM. Gangguan pasokan air pada musim kering bisa mengganggu kegiatan rumah tangga sehari-hari, mulai dari mandi hingga keperluan dapur. Industri kecil yang menggunakan air PDAM juga terancam produktivitasnya menurun.

Imbauan Hemat Air untuk Semua Pelanggan

Mengingat pentingnya ketersediaan air baku selama musim kering, PDAM mengimbau semua pelanggan untuk bijak dalam menggunakan air. Langkah konservasi dianggap krusial menjaga ketahanan stok hingga musim hujan tiba.

“Kondisi saat ini memang kemarau cukup panjang, tentu kita mengimbau pelanggan lebih hemat dan bijak menggunakan air,” katanya.

Imbauan ini berlaku di seluruh wilayah layanan PDAM Bangka Tengah, baik untuk Koba maupun Simpangkatis dan Namang. Dengan pola penggunaan yang lebih efisien, cadangan air dapat bertahan lebih lama hingga cuaca berubah.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda