Senin, 5 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Prabowo Panggil Kepala Bakom Syahganda Nainggolan, Bahas Penguatan Komunikasi Pemerintah

Prabowo Leads Indonesia’s 81st Military Anniversary at Cilangkap
Prabowo Leads Indonesia’s 81st Military Anniversary at Cilangkap

BOGOR — Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu sore, 4 Oktober 2026. Pertemuan intensif ini digelar untuk merancang ulang strategi komunikasi publik kabinet agar lebih membumi dan responsif terhadap keluhan masyarakat luas.

Langkah cepat ini dilakukan hanya berselang dua hari setelah Prabowo melantik duet alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut pada Jumat, 2 Oktober 2026, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 106/P Tahun 2026.

Pertemuan ini sekaligus menandai babak baru bagi Bakom RI, lembaga yang dibentuk sejak 17 September 2025, dalam mempercepat penyampaian program kerja strategis negara ke ruang publik.

Bahasa Sederhana dan Penjelasan Logika Kebijakan

Prabowo menekankan pentingnya penyederhanaan pesan agar tidak ada jarak antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, informasi mengenai setiap program dan capaian pemerintah harus dikemas menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa istilah yang terlalu birokratis.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai penguatan peran Badan Komunikasi Pemerintah dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat,” demikian pernyataan resmi dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Tidak hanya sekadar mempublikasikan apa saja pekerjaan yang sudah dituntaskan, Kepala Negara juga menginstruksikan Bakom untuk mampu memaparkan filosofi, arah, serta dasar pemikiran di balik setiap kebijakan yang diputuskan oleh jajaran kementerian.

Bakom Sebagai Saluran Kritik dan Aspirasi Warga

Melalui instruksi terbarunya, Prabowo menggeser peran Bakom agar tidak sekadar menjadi corong searah atau alat humas konvensional. Lembaga ini kini memiliki mandat ganda sebagai kanal penyerap aspirasi, kritik, serta keluhan publik yang nantinya wajib diteruskan langsung kepada kementerian terkait dan pihak kepresidenan.

Perubahan gaya komunikasi ini akan berdampak langsung pada cara masyarakat berinteraksi dengan kebijakan negara. Alih-alih hanya menerima laporan pembangunan satu arah, publik kini didorong untuk aktif memberikan umpan balik, sementara birokrasi dipaksa lebih lincah dan transparan dalam merespons aduan di lapangan.

Rekam Jejak Kepemimpinan Baru Bakom

Syahganda Nainggolan, yang kini memimpin Bakom menggantikan Muhammad Qodari, tercatat sebagai Kepala Bakom ketiga sejak lembaga ini pertama kali didirikan. Pemilihan Syahganda dinilai menarik lantaran pria yang dahulu aktif di gerakan mahasiswa Geodesi ITB era 1980-an ini lebih banyak menghabiskan kariernya di luar lingkaran birokrasi pemerintahan.

Dikenal vokal dan sempat mendekam di penjara selama 10 bulan hingga dikeluarkan dari kampusnya akibat bersikap kritis terhadap rezim Orde Baru, Syahganda kini memikul tanggung jawab besar di dalam sistem pemerintahan.

Bersama Fadli Tri Hartono, ia diharapkan mampu membawa perspektif baru yang lebih segar, interaktif, dan terbuka dalam menjembatani pesan-pesan penting dari Istana langsung ke telinga rakyat.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 5 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online