Kerjasama Strategis dan Sejarah Perkembangan
Zetrix AI telah menjalin berbagai kerjasama strategis penting, termasuk:
| Partner Kerjasama | Proyek | Tahun |
|---|---|---|
| CAICT Astron – China | Avatar trust layer untuk AI agent | Apr 2026 |
| Shenzhen Data Exchange | Cross-border data trading ASEAN-China | Mei 2026 |
| General Administration China Customs | ZTrade customs clearance | 2024-2026 |
| Pemerintah Filipina | Zetrix power public blockchain untuk pemerintah Filipina | 2026 |
| World Data Organization | Founding member | 2025 |
Sejarah Zetrix AI dimulai pada tahun 2000 sebagai MY E.G. Services, penyedia layanan e-government. Antara 2020-2022, perusahaan melakukan pivot ke blockchain dengan meluncurkan Zetrix L1. Pada 2023, MY E.G. Services Berhad secara resmi berganti nama menjadi Zetrix AI Berhad, mencerminkan fokus barunya pada AI dan Web3. Tahun 2024 menjadi titik penting ketika Zetrix menjadi supernode internasional untuk Xinghuo, menjembatani blockchain Malaysia dan Tiongkok. Pada 2025, perusahaan menjadi anggota pendiri World Data Organization, dan puncaknya pada 2026 dengan peluncuran Avatar, menandai masuknya mereka ke ekonomi agen AI.
Relevansi Zetrix AI bagi Indonesia dan ASEAN
Peran Zetrix AI sangat relevan bagi Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. Pertama, memungkinkan identitas digital lintas batas, seperti verifikasi ijazah antar negara tanpa legalisir manual melalui Verifiable Credentials. Kedua, meningkatkan efisiensi perdagangan. Contohnya, ekspor produk Indonesia ke Tiongkok dapat menggunakan ZTrade untuk otomatisasi dokumen bea cukai, mengurangi potensi pemalsuan dan menghemat waktu hingga 40%. Ketiga, pengembangan Avatar dapat menjadi standar identitas AI yang penting untuk mencegah penipuan digital atau deepfake, krusial dalam berbagai sektor seperti pemilihan umum atau KYC perbankan. Terakhir, saham 0138 menawarkan peluang investasi menarik, mengingat pendapatan perusahaan yang naik dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir, dari $169 juta pada 2023 menjadi $376 juta pada 2026.
Zetrix AI berbeda dari chatbot AI umum seperti ChatGPT atau Gemini. Sementara chatbot fokus pada interaksi konsumen (B2C), Zetrix AI berfokus pada infrastruktur kepercayaan untuk agen AI, menargetkan pemerintah dan perusahaan (B2G, B2B). Teknologi yang digunakan adalah kombinasi blockchain Layer-1, AI, dan robotika, bukan hanya Large Language Model (LLM). Model monetisasinya pun berasal dari biaya e-government, transaksi blockchain, dan perdagangan data, bukan hanya langganan.
Bagi developer, Zetrix menyediakan platform untuk membangun kontrak cerdas menggunakan dokumentasi yang mendukung Solidity-like. Bagi bisnis, SDK (Software Development Kit) tersedia untuk implementasi BID & VC dalam proses KYC. Sementara warga biasa tidak berinteraksi langsung dengan Zetrix, namun akan merasakan manfaatnya melalui layanan pemerintah yang menggunakan teknologi ini, seperti portal MyEG di Malaysia atau layanan blockchain pemerintah Filipina.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.