Harga minyak mentah dunia masih fluktuatif. Brent Crude tercatat US$102,25 per barel, sedikit turun 0,06%, namun tetap di atas US$100 sejak akhir September 2026. Kenaikan harga ini dipicu oleh kebijakan China yang menghentikan ekspor bahan bakar serta meningkatnya tensi di Timur Tengah. Bahkan, harga sempat melonjak hingga US$114,89 pada 3 Oktober. Sementara itu, Indonesia Crude Price (ICP) untuk Agustus 2026 naik menjadi US$89,43, dari US$81,68 di bulan Juli.
Harga BBM swasta cenderung lebih mahal dibandingkan Pertamina dikarenakan beberapa faktor. Mereka tidak menerima subsidi dari pemerintah, sehingga harga jual murni mengikuti mekanisme pasar dan biaya operasional. Selain itu, operator swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR kerap mengklaim penggunaan teknologi aditif yang lebih canggih untuk pembersihan mesin. Ketergantungan pada impor langsung juga membuat harga BBM swasta sangat dipengaruhi oleh kurs dolar AS.
Untuk konsumen yang ingin menghemat pengeluaran BBM, penting untuk menyesuaikan jenis BBM dengan rasio kompresi kendaraan. Kendaraan dengan kompresi rendah (di bawah 11:1) cukup menggunakan Pertalite. Sementara untuk mobil dengan turbo atau kompresi tinggi (11:1 ke atas) minimal memerlukan RON 92, di mana Pertamax Rp15.950 menawarkan opsi paling hemat. Bagi kendaraan diesel modern common rail, Pertamina Dex menjadi pilihan dengan nilai terbaik. Konsumen juga disarankan untuk mengecek aplikasi penyedia BBM, seperti MyPertamina atau Shell Asia, untuk promo cashback atau diskon yang seringkali tersedia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.