Airlangga memuji interior dan teknologi kabin, termasuk konektivitas Bluetooth serta layar sentuh. Ia juga menilai kendaraan itu nyaman dan dapat digunakan di berbagai medan. Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, menyampaikan kesan positif setelah menjajal mobil tersebut.
“Bagus (mobilnya) cinta NKRI. Nyaman. Fasilitas yang dikasih negara, pasti nyaman,” kata Bahlil. Ia juga menilai Maung kompetitif dan mengajak masyarakat mendukung produk dalam negeri.
Airlangga membandingkan posisi Maung dengan kendaraan premium asal Korea Selatan. “Ini premium karena ini kan setara dengan SsangYong dari Korea,” ujarnya. Penilaian itu merupakan pandangan Airlangga, bukan data perbandingan harga atau hasil pengujian yang disampaikan dalam bahan sumber.
Dalam laporan CNBC Indonesia, Airlangga juga menyinggung kenyamanan kursi yang dapat disetel dan kabin yang terasa dingin. Ia mengatakan suara dari ban dan klakson kendaraan lain masih terdengar. Soal konsumsi bahan bakar, ia belum menyampaikan hasil karena kendaraan itu masih dicoba.
Perbedaan pengalaman dan spesifikasi yang disampaikan media perlu dibaca sesuai konteks kendaraan yang dibahas. Bahan Republika menyebut unit para menteri tidak memakai sunroof, sementara laporan CNBC Indonesia memuat keterangan Airlangga bahwa ia belum mengalami hujan saat menggunakan mobilnya. Airlangga juga mengatakan kendaraannya berbeda dari unit presiden.
Perhatian berikutnya tertuju pada pengalaman pemakaian sehari-hari. Airlangga menyebut uji konsumsi bahan bakar masih berlangsung, sehingga belum ada hasil yang ia sampaikan kepada wartawan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.