Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

pekan antariksa dunia 2026

Pekan Antariksa Dunia 2026 mengangkat tema Revolusi Roket
Tema Revolusi Roket menyoroti penggunaan ulang kendaraan peluncur dan akses menuju orbit. (Ilustrasi: AI)

NABIRE — Pekan Antariksa Dunia 2026 mengangkat tema “Revolusi Roket” saat industri peluncuran bergerak menuju kendaraan yang dapat digunakan kembali dan semakin banyak perusahaan swasta beroperasi di ruang angkasa. Perayaan global ini berlangsung pada 4 hingga 10 Oktober, dengan kegiatan pendidikan dan astronomi yang digelar di sekitar 100 negara.

Perubahan teknologi itu punya kaitan langsung dengan kehidupan di Bumi. Satelit yang dikirim ke orbit mendukung komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, pengamatan Bumi hingga konektivitas. RRI.co.id melaporkan tema dan rangkaian kegiatan tersebut dengan mengutip informasi dari Space.com.

Pekan Antariksa Dunia 2026 soroti perubahan roket

Tema “Revolusi Roket” bukan sekadar soal kendaraan peluncur yang lebih besar atau memiliki daya dorong lebih kuat. Perubahan juga menyangkut cara roket digunakan kembali, bagaimana muatan ditempatkan ke orbit, serta meningkatnya keterlibatan perusahaan swasta dalam kegiatan antariksa.

Selama puluhan tahun, roket umumnya dirancang untuk sekali pakai. Seusai membawa muatan ke orbit, sebagian besar kendaraan peluncur tidak kembali untuk menjalankan penerbangan berikutnya. Kini, teknologi penggunaan kembali memungkinkan bagian tertentu dari roket kembali ke Bumi dan dipakai lagi.

Dampaknya terasa pada cara industri merencanakan peluncuran. Penggunaan ulang berpotensi menekan biaya dan meningkatkan frekuensi penerbangan, sehingga pengiriman satelit dan wahana ke orbit dapat dilakukan oleh lebih banyak pihak. Namun, bahan sumber tidak menyebut besaran penghematan atau perubahan jumlah peluncuran.

Lebih banyak akses ke orbit juga memperluas fungsi kegiatan antariksa. Misi tidak hanya ditujukan untuk penelitian ilmiah, tetapi turut menopang layanan yang digunakan di darat. Informasi cuaca, navigasi, komunikasi, pemantauan lingkungan, dan penanggulangan bencana bergantung pada data serta infrastruktur satelit.

Uji Starship jadi bagian perkembangan industri

Salah satu contoh perkembangan kendaraan peluncur berukuran besar adalah Starship milik SpaceX. Dalam penerbangan uji coba pada 28 September 2026, kendaraan itu berhasil mencapai orbit sambil membawa 26 satelit Starlink V3.

Penerbangan itu tidak berjalan sampai tuntas. Kendaraan tersebut kemudian mengakhiri penerbangan lebih cepat karena masalah pada mesin. Meski begitu, pencapaian mencapai orbit menjadi bagian dari pengembangan sistem peluncuran yang dirancang agar dapat digunakan kembali.

Fakta ini memberi gambaran bahwa kemajuan teknologi roket berlangsung melalui pengujian, bukan hanya lewat keberhasilan penuh. Kemampuan mencapai orbit dan membawa satelit merupakan perkembangan yang dilaporkan; masalah mesin tetap menjadi bagian dari catatan penerbangan. Bahan yang tersedia tidak merinci penyebab teknis maupun tindak lanjut uji coba itu.

Bagi masyarakat, perubahan tersebut penting karena akses peluncuran yang lebih beragam dapat mendukung bertambahnya layanan berbasis satelit.

Manfaatnya bukan hanya untuk industri antariksa: data pengamatan Bumi dan cuaca, misalnya, berkaitan dengan informasi yang dipakai dalam aktivitas sehari-hari dan pemantauan kondisi lingkungan.

Seberapa cepat manfaat itu meluas akan bergantung pada perkembangan teknologi dan operasional peluncuran berikutnya.

Dua tonggak sejarah di balik perayaan

Pekan Antariksa Dunia menghubungkan kegiatan masa kini dengan tonggak sejarah eksplorasi ruang angkasa. Tanggal 4 Oktober memperingati peluncuran Sputnik 1 pada 1957, satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi. Sementara itu, 10 Oktober berkaitan dengan penandatanganan Perjanjian Luar Angkasa pada 1967.

Perjanjian itu menjadi salah satu dasar hukum internasional untuk mengatur eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa bagi tujuan damai. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan World Space Week sebagai perayaan tahunan pada 1999. Sejak itu, kegiatan ini menghubungkan pendidikan, sains, teknologi, dan eksplorasi antariksa.

Jadwal perayaan juga bertepatan dengan sejumlah fenomena langit yang dapat diamati. Saturnus berada pada posisi oposisi pada 4 Oktober, lalu Bulan berada dekat Mars pada 5 Oktober dan dekat Jupiter pada 6 Oktober. Hujan meteor Draconid diperkirakan mencapai puncak sekitar 8 hingga 9 Oktober, sedangkan Bulan Baru berlangsung pada 10 Oktober.

Fenomena tersebut memberi alasan praktis untuk mengajak masyarakat menengadah ke langit, tanpa harus memiliki akses ke fasilitas antariksa atau alat canggih. Pengamatan langit malam, diskusi, kegiatan sekolah, dan eksperimen roket sederhana dapat menjadi bagian dari perayaan.

Kondisi pengamatan tetap bergantung pada cuaca dan keadaan langit setempat; bahan sumber tidak merinci lokasi pengamatan tertentu.

Kegiatan pendidikan mendekatkan ilmu roket

Aspek pendidikan menjadi bagian penting dari rangkaian World Space Week 2026. Salah satu bahan yang disediakan adalah Rocket Revolution Toolkit, yang dikembangkan melalui kerja sama World Space Week dan Estes Education. Materinya dirancang untuk membantu siswa, keluarga, dan klub mempelajari ilmu serta teknik di balik roket.

Kegiatan perayaan dijadwalkan berlangsung di sekitar 100 negara. Bentuknya beragam, mulai dari ceramah dan pameran hingga kegiatan sekolah, pemutaran film, astronomi, serta proyek STEM. Pendekatan seperti ini membuat pembahasan teknologi peluncuran tidak berhenti pada berita uji roket: peserta dapat mempelajari prinsipnya melalui kegiatan edukasi dan eksperimen.

Bagi sekolah dan komunitas, pilihan kegiatan yang tidak mensyaratkan fasilitas antariksa khusus dapat membuka ruang partisipasi lebih luas. Roket sederhana, pengamatan langit, atau diskusi tentang satelit membantu menghubungkan konsep sains dengan benda dan layanan yang dikenal sehari-hari.

Perayaan 4 hingga 10 Oktober itu berlangsung ketika perusahaan dan teknologi peluncuran terus berkembang. Tahap berikutnya akan terlihat dari bagaimana pengujian kendaraan seperti Starship berjalan, bagaimana penggunaan kembali diterapkan, dan bagaimana kegiatan pendidikan membawa pembahasan antariksa lebih dekat ke masyarakat.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 6 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis