Sebuah peringkat baru membandingkan kenyamanan hidup di 192 negara. Dalam daftar Rumavi untuk 2026, Singapura menjadi negara ASEAN terbaik untuk ditinggali, sedangkan Indonesia menempati urutan ketujuh di kawasan.
Laporan “Best Countries to Live in 2026” yang dirilis perusahaan konsultan relokasi dan properti berbasis di Singapura itu menilai negara melalui empat faktor: keamanan, kelayakan hidup dan kesehatan, pemerintahan yang baik, serta biaya hidup terjangkau. Hasilnya menempatkan Indonesia di peringkat ke-84 dunia dengan skor 62,4.
Peringkat negara ASEAN untuk ditinggali
Menurut data Rumavi, Singapura dan Malaysia berada di dua posisi teratas di Asia Tenggara. Keduanya juga masuk tiga besar dalam peringkat global: Singapura di posisi kedua dan Malaysia di urutan ketiga.
Di tingkat dunia, Estonia menempati peringkat pertama dengan skor 72,8. Afganistan berada di posisi terbawah dengan skor 39,5. Untuk kawasan ASEAN, Myanmar disebut sebagai negara dengan posisi terburuk dalam daftar negara untuk ditinggali.
Bahan laporan yang tersedia tidak merinci urutan dan skor seluruh negara ASEAN selain Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Myanmar. Karena itu, perbandingan antarnegeri di kawasan perlu dibaca sebatas posisi yang disebutkan Rumavi, bukan sebagai daftar lengkap yang dapat direkonstruksi.
Bagaimana Rumavi menilai kelayakan hidup
Rumavi menyusun skor dari empat aspek yang berbeda. Keamanan dan pemerintahan yang baik berkaitan dengan lingkungan sosial serta tata kelola, sementara kelayakan hidup dan kesehatan serta keterjangkauan biaya menyentuh kebutuhan sehari-hari penduduk maupun orang yang mempertimbangkan pindah negara.
Skala yang dicantumkan dalam bahan laporan membagi nilai menjadi beberapa tingkat. Skor 70 atau lebih tergolong kuat, rentang 65–69 dinilai baik, 60–64 sedang, 50–59 cukup, dan skor di bawah 50 masuk kategori lemah.
Dengan skor 62,4, Indonesia berada dalam rentang sedang menurut skala tersebut. Nilai itu memberi gambaran posisi Indonesia dalam penilaian Rumavi, tetapi tidak menjelaskan kondisi setiap kota atau pengalaman hidup kelompok masyarakat yang berbeda.
Laporan yang disediakan juga tidak menyertakan rincian bobot tiap faktor, sehingga pembaca belum dapat mengetahui aspek mana yang paling memengaruhi skor Indonesia.
Arti posisi Indonesia bagi pembaca
Posisi ketujuh di ASEAN dan ke-84 dunia memberi pembanding bagi masyarakat yang menilai daya tarik Indonesia sebagai tempat tinggal. Bagi calon pekerja atau keluarga yang mempertimbangkan relokasi, empat faktor yang digunakan Rumavi dapat menjadi kerangka awal untuk melihat hal-hal yang perlu dibandingkan, terutama keamanan, layanan kesehatan, tata kelola, dan biaya hidup.
Namun, urutan negara bukan pengganti pertimbangan praktis. Skor nasional tidak otomatis menggambarkan harga kebutuhan, akses kesehatan, atau tingkat keamanan di daerah tertentu. Untuk keputusan pindah, pembaca tetap memerlukan informasi yang lebih rinci dan sesuai dengan kota tujuan serta kebutuhan masing-masing.
Perbedaan posisi Indonesia dengan Singapura dan Malaysia juga menunjukkan jarak dalam penilaian laporan ini, tetapi bahan yang tersedia tidak memuat skor kedua negara ASEAN tersebut. Rumavi menilai 192 negara secara keseluruhan; rincian skor dan metode pembobotan yang lebih lengkap diperlukan untuk menjelaskan lebih jauh penyebab selisih peringkat.
Untuk saat ini, angka yang tercantum menempatkan Indonesia pada kelompok sedang, sementara Singapura memimpin kawasan dan Myanmar berada di posisi paling bawah ASEAN. Rincian lengkap peringkat negara-negara Asia Tenggara menjadi informasi berikutnya yang dibutuhkan untuk membaca perbandingan kawasan secara utuh.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.