Senin, 5 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Pemilu Bosnia dan Herzegovina: Kubu Nasionalis Unggul Sementara

Suasana pemungutan suara dalam Pemilu Bosnia dan Herzegovina di tempat pemungutan suara
Warga Bosnia dan Herzegovina memberikan hak suara mereka dalam pemilihan umum yang diwarnai ketegangan etnis. (Ilustrasi: AI)

Kursi kepresidenan tripartite Bosnia dan Herzegovina kini berada di persimpangan jalan setelah hasil hitung cepat menunjukkan dominasi kubu nasionalis yang kian menguat. Minggu malam waktu setempat, suasana di Sarajevo menegang saat tempat pemungutan suara resmi ditutup tepat pukul 19.00.

Rakyat Bosnia menanti dengan cemas siapa yang bakal menakhodai negara pecahan Yugoslavia ini di tengah tarik-menarik kepentingan etnis yang tak kunjung usai.

Kandidat nasionalis Serbia, Zeljka Cvijanovic, tampil perkasa di angka awal untuk mengamankan kursi etnis Serbia.

Di sisi lain, blok moderat kiri yang mengusung Denis Becirovic mencuri perhatian di basis konstituen Muslim Bosnia, sementara Darijana Filipovic memimpin perolehan suara dari kelompok nasionalis Kroasia.

Persaingan ini bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan cerminan tajam dari perpecahan etnis yang sudah berakar selama puluhan tahun.

Bayang-Bayang Sang Separatis

Nama Milorad Dodik terus disebut-sebut meski wajahnya tak ada di lembar surat suara. Politisi flamboyan ini merupakan arsitek di balik kesuksesan Cvijanovic.

Sebagai mantan pemimpin Republika Srpska yang kini dilarang memegang jabatan publik selama enam tahun, Dodik tetap menjadi episentrum kekuasaan di wilayah Serbia. Vonis bersalah karena menantang utusan perdamaian internasional tak sedikit pun memudarkan pengaruhnya.

Di Banja Luka, markas besar SNSD, riuh rendah perayaan kemenangan sudah dimulai lebih awal. Dodik yang baru saja mendarat dari Moskow usai menemui Vladimir Putin, tidak menyembunyikan ambisinya. Di depan ribuan pendukungnya, ia menegaskan dengan lantang, “Saya menyatakan bahwa kami telah menang.”

Narasi yang dibangun Dodik pun cukup radikal. Ia menyebut Bosnia dan Herzegovina sebagai negara mati yang tidak memiliki masa depan. Retorika ini tentu membuat kuping kubu federasi Muslim-Kroasia panas.

Mereka menginginkan penguatan otoritas pusat sebagai benteng terakhir melawan gerakan separatisme yang terus didengungkan Dodik. Pertarungan ideologi ini membenturkan dua kutub: mereka yang ingin merdeka sepenuhnya dari ikatan pusat, dengan kelompok yang percaya pada keutuhan nasional.

Pertaruhan Masa Depan Balkan

Stabilitas kawasan Balkan kini menggantung pada hasil pemilu ini. Nasib 3,4 juta pemilih yang terdaftar bakal ditentukan oleh bagaimana pemerintahan baru ini beroperasi di tengah fragmentasi politik yang akut.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda