Selasa, 6 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Peringkat Negara ASEAN untuk Ditinggali 2026: Indonesia Urutan 7

Peta negara ASEAN untuk ditinggali dalam laporan peringkat Rumavi 2026
Rumavi menempatkan Singapura sebagai negara ASEAN terbaik untuk ditinggali pada 2026. (Ilustrasi: AI)

Sebuah peringkat baru membandingkan kenyamanan hidup di 192 negara. Dalam daftar Rumavi untuk 2026, Singapura menjadi negara ASEAN terbaik untuk ditinggali, sedangkan Indonesia menempati urutan ketujuh di kawasan.

Laporan “Best Countries to Live in 2026” yang dirilis perusahaan konsultan relokasi dan properti berbasis di Singapura itu menilai negara melalui empat faktor: keamanan, kelayakan hidup dan kesehatan, pemerintahan yang baik, serta biaya hidup terjangkau. Hasilnya menempatkan Indonesia di peringkat ke-84 dunia dengan skor 62,4.

Peringkat negara ASEAN untuk ditinggali

Menurut data Rumavi, Singapura dan Malaysia berada di dua posisi teratas di Asia Tenggara. Keduanya juga masuk tiga besar dalam peringkat global: Singapura di posisi kedua dan Malaysia di urutan ketiga.

Di tingkat dunia, Estonia menempati peringkat pertama dengan skor 72,8. Afganistan berada di posisi terbawah dengan skor 39,5. Untuk kawasan ASEAN, Myanmar disebut sebagai negara dengan posisi terburuk dalam daftar negara untuk ditinggali.

Bahan laporan yang tersedia tidak merinci urutan dan skor seluruh negara ASEAN selain Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Myanmar. Karena itu, perbandingan antarnegeri di kawasan perlu dibaca sebatas posisi yang disebutkan Rumavi, bukan sebagai daftar lengkap yang dapat direkonstruksi.

Bagaimana Rumavi menilai kelayakan hidup

Rumavi menyusun skor dari empat aspek yang berbeda. Keamanan dan pemerintahan yang baik berkaitan dengan lingkungan sosial serta tata kelola, sementara kelayakan hidup dan kesehatan serta keterjangkauan biaya menyentuh kebutuhan sehari-hari penduduk maupun orang yang mempertimbangkan pindah negara.

Skala yang dicantumkan dalam bahan laporan membagi nilai menjadi beberapa tingkat. Skor 70 atau lebih tergolong kuat, rentang 65–69 dinilai baik, 60–64 sedang, 50–59 cukup, dan skor di bawah 50 masuk kategori lemah.

Dengan skor 62,4, Indonesia berada dalam rentang sedang menurut skala tersebut. Nilai itu memberi gambaran posisi Indonesia dalam penilaian Rumavi, tetapi tidak menjelaskan kondisi setiap kota atau pengalaman hidup kelompok masyarakat yang berbeda.

Laporan yang disediakan juga tidak menyertakan rincian bobot tiap faktor, sehingga pembaca belum dapat mengetahui aspek mana yang paling memengaruhi skor Indonesia.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda