JAKARTA — Kecelakaan pesawat militer Nigeria menewaskan seluruh orang di dalamnya. Presiden Bola Tinubu memerintahkan penyelidikan setelah pesawat Angkatan Udara Nigeria itu jatuh di Negara Bagian Ondo, Nigeria barat daya, Senin (5/10/2026) waktu setempat.
Sebanyak 32 orang tewas, terdiri dari 25 penumpang dan tujuh awak. Pesawat sedang terbang dari Benin City menuju Lagos saat menara pengawas kehilangan kontak dengannya.
Lokasi jatuhnya pesawat ditemukan di dekat kota pesisir Igbokoda. Tim pencarian dan penyelamatan dikerahkan ke area kecelakaan, tetapi tidak ada penumpang maupun awak yang selamat.
Presiden Nigeria perintahkan penyelidikan
Tinubu menyampaikan duka kepada keluarga korban. Ia mengatakan telah menerima laporan dari Kepala Staf Angkatan Udara dan meminta penyelidikan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
“Kepala Staf Angkatan Udara telah memberikan laporan kepada saya, dan saya telah memerintahkan Angkatan Udara Nigeria untuk segera memulai penyelidikan menyeluruh mengenai penyebab kecelakaan ini guna mencegah kejadian serupa di masa depan,” kata Tinubu dalam pernyataan yang dilaporkan Reuters.
Perintah itu menempatkan penyelidikan sebagai langkah berikutnya setelah operasi pencarian di lokasi. Penyebab pesawat jatuh belum dijelaskan dalam bahan laporan yang tersedia.
Menteri Penerbangan Nigeria Festus Keyamo mengatakan pesawat jenis ATR-42 tersebut sedang menjalankan misi rutin. Menara pengawas lalu lintas udara kehilangan kontak pada pukul 08.13 GMT atau 15.13 WIB, menurut keterangan yang dimuat CNBC Indonesia.
Pesawat jatuh dekat Igbokoda
Laporan Detik News yang mengutip AFP menyebut pesawat jatuh di wilayah Igbokoda, Ondo, tak lama setelah pukul 09.00 waktu setempat atau sekitar pukul 16.00 WIB. Keterangan waktu kontak terakhir dan perkiraan waktu jatuh itu merujuk pada tahap berbeda dalam kronologi, bukan angka yang sama.
Detik News juga menyebut pesawat jatuh dekat sebuah pangkalan angkatan laut. Tim penyelamat mencari korban di sekitar lokasi, termasuk menggunakan perahu di area perairan, berdasarkan laporan tersebut.
Jumlah korban dan susunan orang di dalam pesawat konsisten dalam laporan CNBC Indonesia dan Detik News: 32 orang, dengan 25 penumpang serta tujuh awak. Namun, identitas para korban belum diumumkan pemerintah Nigeria menurut laporan Detik News.
Korban jiwa dalam jumlah besar membuat kecelakaan ini menjadi salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Nigeria dalam beberapa tahun terakhir, sebagaimana disebut dalam laporan CNBC Indonesia. Bagi keluarga korban, proses identifikasi dan penjelasan resmi tentang penyebab jatuhnya pesawat menjadi hal yang masih dinantikan.
Angkatan Udara Nigeria kini diminta menelusuri penyebab kecelakaan dan mencari langkah pencegahan. Hasil penyelidikan akan menjadi perkembangan penting berikutnya dalam mengungkap apa yang terjadi pada penerbangan dari Benin City menuju Lagos itu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.