PANGKALPINANG — Anak Krakatau dan Gunung Ibu erupsi pada Senin (5/10/2026), hanya berselang beberapa jam. Badan Geologi meminta warga dan pengunjung menjauhi kawah aktif dengan radius terlarang 2 kilometer di kedua gunung.
Anak Krakatau, yang berada di Selat Sunda, tercatat erupsi pukul 20.28 WIB. Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, menyusul pada pukul 23.09 WIT. Untuk Gunung Ibu, pembatasan juga mencakup perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Anak Krakatau dan Gunung Ibu: waktu dan rekaman erupsi
Badan Geologi mencatat erupsi Anak Krakatau terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 33 mm dan berlangsung selama 61 detik. Lembaga itu meminta masyarakat, wisatawan, pengunjung, serta pendaki tidak mendekati gunung atau beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Gunung Ibu menunjukkan aktivitas beberapa jam kemudian. Erupsi pada pukul 23.09 WIT mengirim kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 28 milimeter, dengan durasi 45 detik.
Imbauan untuk Gunung Ibu mencakup warga yang tinggal di sekitarnya maupun pengunjung dan wisatawan. Mereka diminta menjauh dari radius 2 kilometer kawah aktif serta kawasan tambahan di sisi utara. Batas itu memberi ruang aman di sekitar kawah dan bukaan yang disebut Badan Geologi.
Imbauan keselamatan dan perbedaan laporan Anak Krakatau
Ada perbedaan angka untuk aktivitas Anak Krakatau dalam laporan media pembanding. CNBC Indonesia, dengan mengutip Badan Geologi, menyebut waktu erupsi pukul 20.28 WIB, amplitudo 33 mm, dan durasi 61 detik. Detik News melaporkan waktu 20.13 WIB, amplitudo maksimum 55 milimeter, serta durasi sementara sekitar 6 menit 29 detik.
Karena rincian dari kedua laporan itu tidak sama, waktu dan ukuran rekaman dalam artikel ini mengikuti laporan CNBC Indonesia yang mencantumkan keterangan Badan Geologi. Perbedaan tersebut penting diperhatikan: pembaca sebaiknya merujuk pembaruan resmi, bukan mencampur angka dari laporan yang berbeda seolah-olah satu catatan kejadian.
CNBC Indonesia juga menyebut Badan Geologi meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Krakatau. Bisnis.com turut melaporkan batas yang sama dan amplitudo 33 mm, tetapi menyebut erupsi terjadi dua kali pada malam itu.
Bahan utama yang tersedia tidak merinci dua kejadian tersebut, sehingga informasi itu tidak digabungkan dengan catatan waktu dan durasi yang berbeda.
Untuk warga di sekitar Gunung Ibu, dampaknya lebih langsung bila abu turun saat mereka beraktivitas di luar rumah. Badan Geologi menyarankan penggunaan masker untuk melindungi hidung dan mulut serta kacamata untuk mata. Imbauan ini memberi panduan praktis sambil masyarakat tetap menghindari kawasan yang dilarang.
Badan Geologi juga meminta masyarakat menjaga suasana tetap kondusif dan tidak meneruskan kabar yang sumbernya tidak jelas. Warga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici agar memperoleh informasi perkembangan aktivitas gunung.
Untuk saat ini, batas aktivitas yang disampaikan tetap menjadi pegangan: jangan mendekati kawah aktif Anak Krakatau dan Gunung Ibu dalam radius 2 kilometer, serta jauhi perluasan sektoral di sisi utara Gunung Ibu. Informasi berikutnya diharapkan diperoleh melalui pemerintah daerah dan pos pengamatan yang disebut Badan Geologi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.