Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

ChatGPT Tambahkan Tanda Tangan Kartunis ke Kartun Palsu

Kartun palsu ChatGPT dengan tanda tangan kartunis sungguhan
ChatGPT Tambahkan Tanda Tangan Kartunis ke Kartun Palsu. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Tanda tangan kartunis bisa membuat sebuah gambar tampak autentik. Nieman Lab melaporkan ChatGPT menambahkan tanda tangan kartunis sungguhan pada kartun palsu yang menyerupai kartun The New Yorker.

Temuan itu menimbulkan persoalan soal atribusi: gambar yang dihasilkan AI dapat terlihat seolah-olah dibuat oleh seniman tertentu, meski bukan karya mereka. Artikel Nieman Lab terbit pada Oktober 2026; bahan yang tersedia tidak menjelaskan nama kartunis, jumlah gambar, ataupun cara ChatGPT menambahkan tanda tangan tersebut.

Kartun AI dan persoalan atribusi

Dalam laporan berjudul “ChatGPT is adding real cartoonists’ signatures to fake New Yorker cartoons”, Nieman Lab menyoroti penggunaan tanda tangan kartunis nyata pada kartun yang dibuat secara palsu. Dengan kata lain, masalahnya bukan sekadar gambar buatan AI meniru gaya kartun majalah, tetapi juga pencantuman identitas yang dapat mengarahkan orang pada pencipta yang keliru.

Tanda tangan berfungsi sebagai petunjuk siapa yang membuat sebuah karya. Saat tanda tangan seniman sungguhan muncul pada gambar yang bukan karyanya, orang yang melihatnya dapat mengira kartun itu benar-benar dibuat atau disetujui oleh seniman tersebut.

Namun, sumber yang tersedia tidak memuat contoh gambar maupun keterangan apakah tanda tangan muncul pada hasil yang dibuat langsung oleh pengguna atau melalui cara lain.

Batas informasi ini penting. Laporan yang menjadi bahan penulisan tidak memberikan rincian teknis, tanggapan OpenAI, atau penjelasan dari kartunis yang tanda tangannya disebut. Karena itu, temuan tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan seberapa luas persoalan ini terjadi atau bagaimana sistem menghasilkan tanda tangan itu.

Mengapa tanda tangan pada kartun palsu penting

Dalam praktik sehari-hari, gambar sering beredar tanpa konteks lengkap. Ketika nama atau tanda tangan seniman ikut tercantum, atribusi palsu berpotensi melekat saat gambar dibagikan ulang. Dampaknya dapat menyentuh reputasi kartunis, sekaligus membingungkan pembaca yang berusaha membedakan karya asli dari gambar hasil generasi AI.

Bagi penerbit dan kreator, persoalan ini juga menyangkut kendali atas identitas kreatif. Sebuah tanda tangan bukan hiasan netral: ia menghubungkan karya dengan orang tertentu. Jika hubungan itu dibuat tanpa dasar, penonton dapat menganggap seniman ikut bertanggung jawab atas isi atau mutu gambar yang sebenarnya tidak mereka buat.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 7 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis