Laporan itu mengutip sumber yang mengatakan pembayaran berpeluang dilakukan bertahap dan nilai tersebut akan mencerminkan diskon sekitar 80% dari level pasar saat itu. Informasi tersebut berasal dari laporan negosiasi, bukan konfirmasi harga dalam perubahan PJBS.
Bahan sumber juga memuat kabar sebelumnya bahwa Haji Isam akan mengambil 30% atau sekitar 10 miliar lembar saham. Angka itu berbeda dari laporan Bloomberg tentang negosiasi 62%. Manajemen BYAN, dalam informasi yang tersedia, belum mengonfirmasi persentase maupun nilai transaksi final; angka yang dinyatakan dalam perubahan PJBS adalah jumlah 10.084.088.370 saham.
Bagi investor, pembedaan antara kesepakatan yang dilaporkan dan kepemilikan yang sudah tercatat penting. Perubahan kontrak menunjukkan skala saham yang direncanakan untuk dialihkan, tetapi belum memastikan harga, penyelesaian transaksi, atau perubahan kendali yang sudah berlaku. Sampai seluruh syarat terpenuhi, susunan pemegang saham yang dilaporkan tetap menjadi rujukan kepemilikan tercatat.
Belum ada rencana perubahan pengurus
Manajemen Bayan menyatakan belum berencana mengubah susunan direksi dan dewan komisaris setelah transaksi. Perseroan juga belum menerima permintaan pemegang saham utama untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham terkait perubahan pengurus.
Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan tentang strategi perusahaan setelah transaksi, termasuk rencana menjaga dan mengembangkan bisnis utama, produksi dan kapasitas operasional setelah persetujuan RKAB, belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi, kerja sama strategis, serta potensi sinergi dengan Jhonlin Baratama dan kelompok usahanya.
BYAN belum memberikan komentar atas pertanyaan itu. Menurut manajemen, transaksi belum selesai dan perseroan tidak terlibat dalam proses negosiasi, sehingga belum ada pembahasan dengan Jhonlin Baratama mengenai rencana bisnis pascatransaksi.
Keterangan perusahaan juga menegaskan negosiasi dilakukan para penjual dan tidak melibatkan perseroan, direksi, maupun komisaris, kecuali Dato’ Low Tuck Kwong.
Dengan demikian, arah operasional Bayan setelah perubahan pemegang saham belum dijelaskan. Pernyataan manajemen yang tersedia masih berfokus pada status perjanjian dan menunggu penyelesaian transaksi.
“Pembahasan dan negosiasi transaksi dilakukan oleh para penjual dan tidak melibatkan Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan selain Dato’ Low Tuck Kwong,” ucap manajemen BYAN.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.