Amerika Serikat bermain dengan formasi 4-3-3 di bawah asuhan Mauricio Pochettino. Brian Schwake; George Campbell, Chris Richards (Kapten), Auston Trusty, Alex Freeman; Yunus Musah, Brooklyn Raines (Tyler Adams 61′), Malik Tillman (Noel Pierre 72′); Gio Reyna (Sebastian Berhalter 46′), Justin Ellis (Jaden Hall 46′), Mathis Albert (Cole Campbell 61′) menjadi starting XI. Pergantian masif dilakukan di babak kedua, termasuk debut bagi Mathis Albert, Brooklyn Raines, dan George Campbell.
Di sisi Kanada, Jesse Marsch menurunkan Dayne St Clair; Richie Laryea, Luc de Fougerolles, Joel Waterman, Sam Adekugbe; Stephen Eustaquio (Mathieu Choiniere 46′), Ismael Kone; Jacob Shaffelburg (P. David 72′), Jonathan David, Tajon Buchanan; Tani Oluwaseyi (Daniel Jebbison 65′).
Pelatih USMNT, Mauricio Pochettino, menyambut hasil ini dengan positif. “Saya pikir ini sempurna, kamp pelatihan kami. Hasilnya sudah ada. Jika kami mempertahankan mentalitas ini, segalanya mungkin,” ujarnya, mengacu pada filosofinya yang banyak merotasi pemain, termasuk 13 debutan dan tujuh pencetak gol remaja dalam jendela internasional ini. Ini adalah bagian dari upaya ‘reset’ besar pasca tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang mereka gelar di kandang sendiri.
Sementara itu, pelatih Kanada Jesse Marsch mengakui kendala timnya. “Amerika Serikat di babak kedua kesulitan bahkan untuk keluar dari separuh lapangan mereka sendiri. Kami menguasai banyak hal… Kami tidak bisa hanya terlihat seperti sekelompok pekerja keras yang tidak bisa menyatukan permainan. Kami tidak decisif,” kata Marsch, menyoroti kurangnya efektivitas timnya.
Langkah Selanjutnya
Dengan kemenangan atas Kanada, USMNT memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi empat laga beruntun dalam jendela internasional ini, setelah sebelumnya menaklukkan Peru (4-1), Chile (4-2), dan Meksiko (3-0). Selanjutnya, Amerika Serikat akan bersiap menghadapi Haiti di babak perempat final Concacaf Nations League pada November 2026 dalam pertandingan dua leg.
Kanada sendiri mengakhiri jendela internasional ini dan akan bertemu Guatemala di perempat final Nations League. Meskipun ranking FIFA mereka telah naik signifikan dari 122 pada 2017 menjadi 26, tantangan berikutnya diprediksi akan semakin berat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.