Keempat WNI itu ialah Ashari Samadikun, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; Adi Faizal, 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba; Wahudinanto, Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah; serta Fiki Mutakin dari Bogor, Jawa Barat.
Rincian tersebut menunjukkan bahwa pembebasan bukan hanya urusan satu negara. Karena awak kapal berasal dari beberapa negara, komunikasi lintas pemerintah dan pihak pemilik kapal menjadi bagian penting dalam proses yang berlangsung berbulan-bulan itu.
Bagi keluarga, kepulangan para ABK menandai berakhirnya masa menunggu yang berat. Menlu menyampaikan penghargaan kepada keluarga yang tetap sabar selama proses berjalan, sekaligus memberi apresiasi khusus kepada Ashari Samadikun karena dinilai bertanggung jawab menjaga keselamatan seluruh kru, terutama WNI.
Koordinasi pemerintah berlanjut setelah kepulangan
Arrmanatha juga menyebut peran Menko PMK Sugiono dalam mengawal perundingan dan upaya pembebasan sejak insiden penyanderaan bermula. Sugiono sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Kementerian Luar Negeri, kata Arrmanatha, berkoordinasi secara berkala dengan Kementerian Perhubungan, keluarga, pemilik kapal, dan Komisi I DPR RI. Koordinasi itu dilakukan untuk menyampaikan informasi sekaligus menghimpun dukungan bagi upaya pembebasan.
Keempat ABK telah tiba di Indonesia, tetapi kepulangan mereka juga membawa perhatian pada pemulihan setelah mengalami situasi sulit selama lima bulan lebih di kapal. Pemerintah menyatakan proses koordinasi dengan pihak terkait tetap berjalan setelah mereka kembali.
Langkah berikutnya adalah memastikan komunikasi antara kementerian, keluarga, dan pemilik kapal terus berlangsung, sembari para ABK menjalani masa pemulihan di Tanah Air.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.