Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Mobil Listrik Terlaris 2026: BYD Atto 1 Unggul, Jaecoo J5 EV Meroket

Mobil Listrik Terlaris 2026
Mobil Listrik Terlaris 2026: BYD Atto 1 Unggul, Jaecoo J5 EV Meroket. Credit: JournalArta

Berikut daftar harga lengkap mobil listrik paling murah yang tersedia di pasar Indonesia per Oktober 2026:

Model Varian Harga Jarak Tempuh Catatan
Wuling Aira EV Standard Rp155 juta 200 km Termurah di Indonesia
Wuling Aira EV Long Range Rp175 juta 300 km
Seres E1 – Rp180-230 juta 220 km
BYD Atto 1 Standard Rp199 juta 320 km Terlaris
BYD Atto 1 Dynamic Rp210 juta 380 km Paling diburu
BYD Atto 1 Premium Rp245 juta 410 km
VinFast VF3 – Rp218 juta 215 km
Geely EX2 Pro Rp239,9 juta 350 km
Geely EX2 Max Rp269,9 juta 405 km
Jaecoo J5 EV Standard Rp279,9 juta 461 km SUV ground 200mm wading 450mm
Jaecoo J5 EV Premium Rp324,9 juta 461 km 155 kW 288 Nm ADAS 17 + kamera 540°
Chery J6 RWD Rp498 juta (diskon Rp20 juta) 418 km Stok hijau on-hand
Aion V Exclusive Rp499 juta 602 km
iCAR V23 Z (terlaris 60%) Rp529,9 juta 501 km CLTC 20 opsi mod plug-and-play

Simulasi cicilan dengan DP 20-25% menunjukkan Jaecoo J5 Premium dapat dicicil Rp5,646 juta selama 60 bulan (TDP Rp81,2 juta) dan BYD Atto 1 Premium Rp4,07 juta selama 60 bulan (TDP Rp67,3 juta).

Insentif Pemerintah Belum Jelas, Pasar Terhambat

Kebijakan insentif mobil listrik di Indonesia masih menjadi sorotan. Pada Januari 2026, insentif untuk mobil CBU (Completely Built Up) berupa bea masuk 0% dan PPnBM 0% dicabut. Produsen kini diwajibkan memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40% dan melakukan perakitan lokal (CKD) dengan rasio 1:1 terhadap impor.

Menteri Keuangan Purbaya sempat menjanjikan subsidi untuk 100.000 mobil dan 100.000 motor listrik pada Mei 2026. Janji ini kemudian diperbarui pada 4 Agustus 2026 di GIIAS, menjadi 500.000 motor listrik serta PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) 40% dan 100% untuk kategori mobil tertentu. Sayangnya, hingga 7 Oktober 2026, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai PPN DTP tersebut belum juga terbit. Kondisi ini membuat pelaku industri dan konsumen menanti kepastian, menghambat laju penjualan.

Mengapa Memilih Mobil Listrik Sekarang?

Terlepas dari isu insentif, ada beberapa alasan kuat untuk beralih ke kendaraan listrik:

  1. Biaya Operasional: Pengguna mobil listrik dapat menghemat 60-70% biaya bahan bakar, dengan perkiraan Rp300-500/km dibandingkan bensin Rp1.000-1.500/km.
  2. Keuntungan Lain: Mobil listrik bebas dari aturan ganjil-genap di Jakarta dan pajaknya 90% lebih murah.
  3. Dampak Lingkungan & Ekonomi: Krisis di Iran-AS yang menyebabkan minyak global mencapai $100/barel memperkuat urgensi transisi energi. Emisi kendaraan listrik juga 73% lebih rendah, sesuai studi ICCT 2025, membantu menekan subsidi BBM APBN.
  4. Infrastruktur & Teknologi: Jaringan dealer dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terus berkembang. Teknologi baterai LFP yang aman serta fitur ADAS level 2 semakin canggih.

Namun, perlu diingat beberapa kekurangannya. Harga jual bekas mobil listrik cenderung turun lebih cepat, terutama tanpa insentif. Baterai juga memiliki degradasi sekitar 20% setelah 8 tahun, dan SPKLU di luar Jawa masih terbatas.

Dengan seluruh dinamika ini, pasar mobil listrik Indonesia terus berevolusi, menunggu kepastian regulasi untuk melesat lebih jauh.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 7 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis