Dalam laporan Okezone, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyebut puskesmas itu sebagai langkah untuk memperkuat layanan yang berpusat pada kebutuhan masyarakat.
Okezone juga melaporkan fasilitas tersebut dilengkapi pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar atau PONED, yang menangani kegawatdaruratan ibu hamil, persalinan, masa nifas, dan bayi baru lahir.
Rincian itu tidak tercantum dalam bahan JPNN dan tidak dijabarkan dalam laporan ANTARA yang disertakan.
ANTARA menyebut puskesmas tersebut sebagai fasilitas percontohan yang mengutamakan pelayanan ibu dan anak. Dengan ruang persalinan, layanan darurat, dan rawat inap pasien bersalin yang ditinjau saat peresmian, fasilitas ini menambah pilihan layanan bagi masyarakat di Denpasar Barat. Rincian tentang jangkauan pasien maupun kapasitas layanan tidak tersedia dalam sumber yang digunakan.
Renovasi dan tenaga kesehatan jadi perhatian
Benyamin juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan sumber daya manusia kesehatan, terutama dokter spesialis. Kementerian Kesehatan, menurut dia, mendorong pemerataan pelayanan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih setara.
Fasilitas fisik menjadi salah satu bagian dari pelayanan, sementara ketersediaan tenaga kesehatan ikut menentukan jenis penanganan yang dapat diberikan. Karena itu, rencana renovasi puskesmas, rumah sakit umum daerah, dan fasilitas kesehatan pemerintah yang disampaikan Wamenkes berjalan beriringan dengan dorongan untuk memperkuat tenaga kesehatan.
Peresmian di Denpasar Barat berlangsung pada Selasa (6/10/2026), dengan penandatanganan prasasti sebagai penanda pembukaan puskesmas ramah ibu dan anak tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.