Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Korut Ngaku Uji Coba Rudal Terbaru, Dilengkapi Teknologi AI

Rudal AI Korut diluncurkan dari lokasi uji dekat pesisir
Korut Ngaku Uji Coba Rudal Terbaru, Dilengkapi Teknologi AI. (Ilustrasi: AI)

WONSAN — Korea Utara mengaku menguji rudal strategis jarak menengah berteknologi AI pada Sabtu (3/10). Pengakuan itu muncul setelah Korea Selatan melaporkan peluncuran rudal balistik dari kawasan Wonsan menuju Laut Jepang.

Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyebut rudal yang ditembakkan pada pagi hari itu mampu mengubah jalur penerbangan pada ketinggian rendah. Namun, ia tidak menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan digunakan dalam sistem senjata tersebut.

Korut klaim rudal AI bisa mengubah jalur

“Proyektil tersebut mampu mengubah jalur penerbangannya pada ketinggian rendah serta telah terintegrasi dengan teknologi AI,” kata Kim, seperti dilaporkan AFP pada Sabtu (3/10).

Kim Yo Jong juga mengklaim kemampuan itu membuat serangan rudal sulit dihindari. Ia menyampaikan bahwa Kim Jong Un meyakini tidak ada negara di dunia yang akan mampu menguasai teknologi semacam itu setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.

Klaim tersebut belum disertai rincian teknis tentang sistem AI, termasuk cara teknologi itu memengaruhi navigasi atau manuver rudal. Karena itu, pernyataan Pyongyang belum menjelaskan secara independen kemampuan yang diklaim maupun bagaimana sistem tersebut bekerja.

Kim juga mengatakan Korea Utara menerapkan lintasan bergelombang atau wave-like trajectory. Menurut dia, Korea Selatan selalu gagal melacak sasaran sejak manuver pertama dilakukan. Pernyataan itu merupakan klaim dari pihak Korea Utara, bukan penilaian teknis yang disertai rincian pengujian dalam bahan yang tersedia.

Seoul mendeteksi peluncuran dari Wonsan

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan sebelumnya menyatakan militernya mendeteksi peluncuran rudal balistik dari kawasan Wonsan. Rudal itu bergerak ke arah Laut Jepang dan, menurut Seoul, terbang sejauh lebih dari 700 kilometer.

Korea Selatan menyebut pihaknya, Amerika Serikat, dan Jepang menjaga kesiapan pertahanan melalui koordinasi informasi yang ketat. Pernyataan Seoul menempatkan uji coba itu dalam konteks pemantauan keamanan kawasan, sementara Pyongyang menonjolkan kemampuan manuver dan teknologi pada rudalnya.

Bagi negara-negara di kawasan, klaim tentang rudal yang dapat mengubah jalur penerbangan membuat upaya pelacakan dan penilaian ancaman menjadi perhatian langsung. Namun, bahan yang disampaikan Korea Utara belum menerangkan detail teknis yang memungkinkan pihak luar menilai kemampuan AI tersebut.

Pembaca perlu membedakan klaim Pyongyang dari informasi peluncuran yang disampaikan militer Korea Selatan.

Uji coba berlangsung saat ketegangan meningkat

Peluncuran itu terjadi beberapa hari setelah militer Korea Selatan menuntut Pyongyang meminta maaf atas ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga prajuritnya. Seoul menuding Korea Utara berada di balik ledakan tersebut.

Pyongyang membantah terlibat dalam ledakan yang terjadi bulan sebelumnya. Korea Utara juga mengecam Korea Selatan dengan sebutan “sangat hina”, sementara sikap itu memperkeruh upaya kepemimpinan sipil Seoul untuk membuka kembali pintu dialog.

Pengakuan uji coba rudal AI kini menambah isu keamanan yang harus dihadapi kedua Korea, ketika tudingan terkait ledakan di DMZ belum terselesaikan. Pernyataan berikutnya dari Pyongyang atau rincian pemantauan dari Seoul akan menjadi perhatian untuk menilai perkembangan uji coba tersebut.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda