Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Pemasok Air Bersih Bisa Kecipratan Untung Investasi Data Center

Investasi data center dan jaringan pemasok air bersih Indonesia
Infrastruktur air dan sistem pendinginan menjadi bagian penting dalam pengembangan data center. (Ilustrasi: AI)

“Kehadiran data center tidak semata-mata kami lihat sebagai tambahan kebutuhan air. Kita melihatnya sebagai sebuah kesempatan,” ujarnya.

Alokasi air dan teknologi pendinginan perlu dihitung

Purwakarta memberi contoh bagaimana kapasitas yang tersedia dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan industri. Pemerintah daerah menjelaskan bahwa alokasi air baku bagi sistem penyediaan air minum di wilayah itu belum sepenuhnya digunakan. Sebagian kapasitas dapat diarahkan ke industri, sementara kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Contoh tersebut menempatkan tata kelola sebagai penentu. Pemeriksaan perlu mencakup ketersediaan air baku, kapasitas instalasi pengolahan, kondisi jaringan, serta kebutuhan warga. Tanpa gambaran yang utuh, besarnya kebutuhan data center saja tidak cukup untuk menilai dampaknya terhadap pasokan publik.

Teknologi pendinginan turut memengaruhi konsumsi air. Cooling tower dan evaporative cooling memakai air untuk membuang panas melalui penguapan. Pilihan lain, seperti air-cooled chiller, economizer, sistem closed-loop, dan dry cooling, dapat mengurangi ketergantungan pada air, bergantung pada rancangan serta kondisi fasilitas.

Penggunaan kembali air juga perlu masuk dalam perencanaan. Begitu pula keadaan musim di lokasi pembangunan. Rangkaian faktor itu menjelaskan mengapa konsumsi air tidak seharusnya dibaca sebagai satu angka yang berdiri sendiri: sumber pasokan, teknologi, proses pengolahan, dan pembagian pemanfaatan ikut menentukan tekanan nyata terhadap sistem air.

Bagi masyarakat, keputusan ini punya dampak langsung. Jika pasokan industri memakai kapasitas yang memang tersedia dan dikelola dengan pengawasan yang jelas, pendapatan dari pelanggan besar dapat membantu memperkuat jaringan layanan. Sebaliknya, apabila alokasi tidak transparan atau infrastruktur tidak memadai, pertumbuhan fasilitas digital berisiko menambah persaingan atas sumber daya yang sama.

Tata kelola wilayah menjadi dasar ekspansi

Pengembangan data center perlu mengikuti daya dukung tiap wilayah. Perencanaan harus memperhitungkan kebutuhan warga, ketersediaan sumber air, kapasitas infrastruktur, perubahan kondisi musim, dan teknologi pendinginan yang dipilih. Regulasi memberi dasar pengelolaan, sedangkan kepatuhan perusahaan menjadi prasyarat agar ekspansi tidak mengabaikan akses masyarakat.

Sudut pandang ini juga memperluas pembicaraan tentang investasi digital. Data center membutuhkan lebih dari sekadar lokasi dan kapasitas komputasi: layanan air dan energi ikut menentukan apakah operasinya dapat berjalan berkelanjutan. Bagi penyedia air, keterlibatan dalam perencanaan sejak awal membuka ruang untuk mencocokkan kebutuhan industri dengan kemampuan sistem setempat.

Anggota Dewan Energi Nasional Satya Yudha melihat peluang Indonesia pada hubungan antara infrastruktur digital, energi terbarukan, dan sumber daya air. Menurut dia, ketersediaan ketiganya dapat mendukung daya tarik pengembangan data center, asalkan kebutuhan air dikelola sesuai kondisi wilayah.

“Indonesia memiliki ruang untuk mengembangkan kombinasi antara infrastruktur digital, energi terbarukan, dan sumber daya air,” kata Satya.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 9 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis