Minggu, 11 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Gubernur Sumut usul buka jalur laut percepat ekspor UMKM ke Malaysia

Jalur laut ekspor UMKM Sumut ke Malaysia dengan kapal kargo kecil
Usulan pengiriman laut berjadwal lebih sering ditujukan untuk membuka akses ekspor bagi UMKM Sumatera Utara. (Ilustrasi: AI)

Pemprov Sumut menyatakan kesiapan memberikan subsidi transportasi laut lintas negara untuk menekan biaya pengiriman produk lokal. Namun, bahan yang disampaikan belum merinci besaran subsidi, jadwal penerapan, maupun pelabuhan yang akan digunakan. Aspek-aspek teknis itu masih perlu dibicarakan sebelum skema dapat dijalankan.

Bagi UMKM, dampaknya akan bergantung pada bagaimana subsidi dan frekuensi pelayaran diterapkan. Ongkos yang lebih ringan dan jadwal yang lebih teratur berpotensi membuat ekspor lebih mudah direncanakan, terutama bagi usaha yang tidak menghasilkan muatan besar dalam satu waktu. Sebaliknya, manfaatnya belum dapat dipastikan sampai pemerintah merumuskan aturan dan mekanisme pengiriman.

Bobby menilai kedekatan Sumatera Utara dengan Malaysia dapat mendukung hubungan dagang, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kawasan industri. Ia menyebut Kuala Lumpur dan Penang sebagai tujuan yang memiliki hubungan jarak dan waktu tempuh yang menguntungkan bagi Sumut.

“Jarak kita sangat dekat, bahkan beberapa daerah di Sumut lebih cepat dijangkau dari Kuala Lumpur dibandingkan Jakarta. Keunggulan geografis ini harus kita konversikan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat di kedua wilayah,” kata Bobby.

Malaysia sambut gagasan jalur laut

Dato’ Muzafar Shah Mustafa menyambut baik gagasan pembukaan jalur laut dan subsidi logistik. Ia menyatakan pembahasan mekanisme teknis akan mencakup regulasi pemerintah dan kemungkinan kerja sama dengan sektor swasta di Malaysia.

“Kami berkomitmen mendiskusikan mekanisme teknis pelaksanaannya, baik regulasi pemerintah maupun kerja sama sektor swasta di Malaysia,” tutur Dato’ Muzafar.

Duta Besar Malaysia itu menyebut Sumatera Utara sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi Malaysia di Indonesia. Menurut data yang ia sampaikan, nilai perdagangan bilateral Indonesia–Malaysia hampir 26 miliar dolar AS per tahun, dengan kontribusi perdagangan Sumut antara satu hingga dua miliar dolar AS.

Ia juga menyebut kepentingan Malaysia di Sumatera Utara mencakup perdagangan, perkapalan, pariwisata medis, dan pendidikan. Pembahasan berikutnya akan menentukan apakah gagasan pengiriman kecil berkala dapat diterjemahkan menjadi mekanisme operasional, termasuk aturan pemerintah dan keterlibatan mitra swasta.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda