Ali menyebut capaian tersebut menunjukkan kawasan itu menarik investasi sekaligus membuka peluang ekonomi dan pekerjaan di Bali. Angka kunjungan memberi gambaran aktivitas kawasan, tetapi belum menjelaskan berapa bagian yang berasal dari kegiatan riset atau program teknologi.
Data pembanding dari Kalbar Antaranews memperluas konteks kerja sama teknologi Indonesia-China. Pada triwulan II-2026, 97 dari total 481 badan usaha atau tenant di KEK Indonesia merupakan perusahaan asal China. Angka ini menggambarkan kehadiran perusahaan China di berbagai kawasan ekonomi khusus, bukan jumlah investor yang secara khusus terlibat di KEK Kura-Kura Bali.
Perbedaan cakupan itu penting. Investasi kumulatif, tenaga kerja, dan kunjungan yang disebut pemerintah merujuk pada KEK Kura-Kura Bali, sedangkan angka tenant China merujuk pada keseluruhan KEK di Indonesia.
Sumber pembanding juga menyebut Indonesia memiliki 25 KEK dengan luas sekitar 23.797,88 hektare serta investasi kumulatif sekitar 20,7 miliar dolar AS. Angka nasional tersebut tidak dapat dibaca sebagai capaian kawasan di Bali.
Keberhasilan menjadikan KEK Kura-Kura Bali sebagai pusat AI dan semikonduktor pada akhirnya bergantung pada tindak lanjut program, hubungan riset dengan industri, dan kapasitas teknologi yang benar-benar dibangun.
Ali mengatakan, “Capaian ini mencerminkan perkembangan KEK Kura Kura Bali sebagai salah satu kawasan yang tidak hanya menarik investasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja di Bali.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.