Pengembangan teknologi butuh tempat yang mempertemukan kampus dan industri. Pemerintah menyiapkan KEK Kura-Kura Bali sebagai pusat AI, semikonduktor, riset digital, hingga teknologi kuantum melalui kerja sama Indonesia-China.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Ali Murtopo Simbolon menyampaikan rencana itu dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (11/10). Kawasan di Bali tersebut diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi akademik dan industri, termasuk lewat kehadiran Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA).
“Dalam situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) dapat menjadi jembatan antara Tiongkok, kawasan Asia Tenggara, dan dunia,” kata Ali.
KEK Kura-Kura Bali diarahkan ke riset teknologi
Rencana pengembangan itu mencakup kecerdasan buatan atau AI, riset dan pengembangan digital, semikonduktor, serta teknologi kuantum. Pemerintah ingin kawasan tersebut menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan industri, bukan sekadar menjadi lokasi investasi.
Arah itu sejalan dengan kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP), yang menghubungkan Indonesia dan China melalui keunggulan masing-masing. Indonesia menawarkan sumber daya, pasar, dan posisi strategis, sementara kemitraan diarahkan untuk mendatangkan kapasitas investasi, teknologi, dan industri.
Bagi Indonesia, ukuran pentingnya bukan hanya berapa banyak modal masuk. Pengembangan riset dan teknologi di dalam negeri dapat membuka ruang bagi institusi pendidikan dan pelaku industri untuk bekerja dalam ekosistem yang sama. Namun, bahan pemerintah yang tersedia belum merinci jadwal pelaksanaan, besaran investasi khusus untuk program AI, atau target hasil risetnya.
TSEA telah menjalankan program di bidang fisika dan neurosains di kawasan tersebut. Lembaga itu juga menginisiasi Semiconductors Forum bersama Tsinghua University. Program-program yang sudah berlangsung ini menjadi pijakan awal bagi rencana pengembangan berikutnya, meski belum ada rincian tentang skala maupun bentuk fasilitas semikonduktor yang akan dibangun.
Investasi dan tenaga kerja menjadi pijakan
Hingga Semester I 2026, realisasi investasi kumulatif KEK Kura-Kura Bali mencapai Rp 1,8 triliun. Kawasan itu juga menyerap 2.173 tenaga kerja dan mencatat 131.657 kunjungan, menurut data yang disampaikan dalam bahan sumber.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.