Senin, 12 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Tarif Listrik PLN Oktober 2026: Belum Naik, Cek Daftar Lengkap

Tarif Listrik PLN Oktober 2026
Tarif Listrik PLN Oktober 2026: Belum Naik, Cek Daftar Lengkap. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) per 12 Oktober 2026 memastikan tarif listrik tidak mengalami kenaikan. Dengan demikian, tarif yang berlaku untuk triwulan IV (Oktober-Desember) 2026 masih sama dengan tarif pada triwulan III (Juli-September) 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi, meski evaluasi tarif seharusnya dilakukan setiap tiga bulan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi langsung hal ini pada Senin, 5 Oktober 2026 di Istana. “Harga listrik tidak kita naikkan, masih seperti yang lama – mudah-mudahan InsyaAllah mungkin nggak naik ya – Doakan saja!” ujar Bahlil. Ini berarti pemerintah belum menetapkan tarif baru untuk periode Oktober-Desember 2026, sehingga tarif lama tetap diberlakukan hingga ada pengumuman lebih lanjut.

Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 per kWh

Penyesuaian tarif listrik triwulanan didasarkan pada empat indikator utama: kurs Rupiah terhadap Dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia, inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA), sesuai Permen ESDM 28/2016 jo 8/2023. Berikut adalah daftar lengkap tarif listrik yang berlaku per 12 Oktober 2026:

A. Rumah Tangga Nonsubsidi (Prabayar & Pascabayar)

Golongan Daya Tarif per kWh Oktober 2026
R-1/TR 900 VA – RTM (Rumah Tangga Mampu) Rp1.352,00
R-1/TR 1.300 VA Rp1.444,70
R-1/TR 2.200 VA Rp1.444,70
R-2/TR 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53
R-3/TR, TM 6.600 VA ke atas Rp1.699,53

B. Rumah Tangga Subsidi (24 Golongan)

Pemerintah menegaskan bahwa 24 golongan rumah tangga subsidi tetap tidak berubah, termasuk untuk sektor sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, dan UMKM. Golongan ini masih menikmati tarif yang lebih rendah.

Golongan Daya Tarif Subsidi per kWh
R-1/TR 450 VA Rp415
R-1/TR 900 VA subsidi Rp605
S-1/TR 450 VA Sosial Rp325
S-1/TR 900 VA Sosial Rp455
S-1/TR 1.300 VA Sosial Rp708
S-1/TR 2.200 VA Sosial Rp760
S-1/TR 3.500 VA-200 kVA Sosial Rp900
S-2/TM >200 kVA Sosial Rp925

C. Bisnis, Industri, & Pemerintah Nonsubsidi

Golongan Daya Tarif per kWh
B-2/TR 6.600 VA – 200 kVA – Bisnis Rp1.444,70
B-3/TM, TT >200 kVA – Bisnis Menengah Rp1.114,74
I-3/TM >200 kVA – Industri Menengah Rp1.114,74
I-4/TT 30.000 kVA ke atas – Industri Besar Rp996,74
P-1/TR 6.600 VA-200 kVA – Pemerintah Rp1.699,53
P-2/TM >200 kVA – Pemerintah Rp1.522,88
P-3/TR Penerangan Jalan Umum Rp1.699,53
L/TR, TM, TT Layanan Khusus Rp1.644,52

Secara total, terdapat 13 golongan nonsubsidi dan 24 golongan subsidi yang saat ini diatur oleh PLN.

Simulasi Cara Menghitung Token Listrik

Saat membeli token listrik, nominal yang dibayarkan tidak sepenuhnya dikonversi menjadi kWh. Ada potongan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang bervariasi antara 3-10% tergantung daerah, ditambah biaya administrasi.

Rumus sederhana untuk menghitung perkiraan kWh yang didapat adalah:

kWh = (Rupiah Beli – PPJ – Admin) / Tarif per kWh

Berikut simulasi pembelian token listrik Rp50.000 dan Rp100.000 dengan asumsi PPJ 5% di Palembang:

Golongan & Tarif Pembelian Rp50.000 (PPJ 5%) Pembelian Rp100.000 (PPJ 5%)
R1 900VA RTM Rp1.352 ~35,1 kWh ~70,2 kWh
R1 1.300VA Rp1.444,70 ~32,8 kWh ~65,7 kWh
R2 3.500VA Rp1.699,53 ~27,9 kWh ~55,9 kWh
Subsidi 450VA Rp415 ~114,4 kWh ~228 kWh

Sebagai contoh, tagihan pascabayar untuk pelanggan 1.300 VA dengan pemakaian 333 kWh akan menjadi Rp481.085 per bulan, belum termasuk PPJ.

Cek Golongan dan Tagihan Listrik Anda

Untuk mengetahui golongan listrik atau mengecek tagihan, konsumen dapat melakukannya dengan mudah:

  1. PLN Mobile: Unduh aplikasi PLN Mobile, lalu pilih menu “Informasi Tagihan & Token Listrik”. Masukkan IDPEL 12 digit Anda.
  2. Catat Meter / SwaCAM: Lakukan pencatatan mandiri (SwaCAM) meteran listrik setiap tanggal 23-27 setiap bulan untuk memastikan tagihan akurat.
  3. pln.co.id: Kunjungi situs web resmi PLN untuk informasi tarif dan promo.
  4. Contact Center 123: Hubungi pusat layanan pelanggan PLN untuk bertanya mengenai golongan listrik atau masalah lainnya.

Tidak Ada Diskon Tarif, Tapi Ada Promo Tambah Daya

PLN tidak memberikan diskon tarif listrik. Namun, biasanya ada promo tambah daya, seperti pada peringatan Hari Pelanggan Nasional (HarpelNas) atau Hari Listrik. Pada tahun 2026, terdapat promo tambah daya dari 450 VA hingga 7.700 VA hanya dengan biaya Rp202.600. Informasi promo ini dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile di bagian “Promo”.

Alasan Tarif Listrik Belum Naik

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik didasari beberapa pertimbangan utama:

  • Menjaga daya beli masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak terbebani.
  • Mengendalikan laju inflasi yang berpotensi meningkat jika tarif listrik naik.
  • Pemerintah menanggung selisih biaya pokok produksi listrik melalui skema kompensasi kepada PLN, agar PLN tidak merugi. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah disiapkan untuk kompensasi ini.
  • Menjaga kepastian bagi sektor industri. Tarif untuk industri besar (I-4) sebesar Rp996,74 per kWh lebih murah dibandingkan tarif layanan khusus Rp1.644,52 per kWh. Kenaikan tarif dapat mendorong industri untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) captive sendiri, seperti PLTU captive Inalum yang lebih murah dari PLN, sehingga mengurangi jumlah pelanggan PLN.

Evaluasi Tarif Listrik Selanjutnya

Evaluasi tarif listrik dilakukan setiap tiga bulan. Pengumuman resmi untuk tarif Triwulan IV (Oktober-Desember 2026) masih ditunggu antara tanggal 10-15 Oktober 2026. “Nanti tim akan lapor ke saya baru saya cek,” kata Bahlil. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru melalui akun Instagram resmi Kementerian ESDM (@kesdm), PLN (@pln_id), atau situs web esdm.go.id.

Tips Hemat Listrik di Rumah

Untuk menghemat pengeluaran listrik, terutama bagi pelanggan rumah tangga 1.300 VA hingga 5.500 VA, beberapa tips berikut bisa diterapkan:

  • Gunakan lampu LED dengan daya rendah (5-10 watt), yang lebih hemat 80% dibandingkan lampu bohlam konvensional.
  • Atur suhu AC inverter antara 24-25°C dan matikan jika ruangan tidak digunakan.
  • Cabut charger ponsel atau laptop dan matikan televisi saat dalam mode standby, karena mode ini tetap mengonsumsi daya 5-10 watt secara terus-menerus.
  • Manfaatkan penggunaan mesin cuci dan setrika pada jam 22.00-06.00, yaitu pada Luar Waktu Beban Puncak (LWBP), yang menawarkan tarif lebih murah untuk golongan bisnis dan industri (B3/I3), meski umumnya tidak berlaku untuk rumah tangga.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair