Selasa, 13 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Saham Hari Ini 13 Oktober 2026 – Turun 0,45% ke 5.909

IHSG Saham Hari Ini
IHSG Saham Hari Ini 13 Oktober 2026 - Turun 0,45% ke 5.909. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada Selasa, 13 Oktober 2026. Hingga pukul 10.06 WIB, IHSG terpantau turun 0,45% atau 26,63 poin, bertengger di level 5.909,52.

Angka ini melanjutkan tren negatif setelah penutupan Senin, 12 Oktober, di level 5.936,15, yang juga ditutup melemah signifikan 2,59%. Sejak pembukaan hari ini di 5.914,98, IHSG telah menunjukkan tekanan jual, bahkan sempat menyentuh level terendah harian di 5.828,68.

Gerak IHSG: Tekanan Jual Dominasi Pasar

Pergerakan IHSG hari ini memperlihatkan dominasi aksi jual. Berikut rincian data perdagangan terkini:

Penutupan sebelumnya: 5.936,15 (Senin, 12 Oktober)

Pembukaan: 5.914,98

Tertinggi: 5.918,29

Terendah: 5.828,68

Hingga pukul 10.06 WIB, volume perdagangan mencapai antara 2,57 miliar hingga 3,49 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp806,8 miliar hingga Rp1,32 triliun. Frekuensi transaksi tercatat antara 118.350 hingga 190.796 kali. Jumlah saham yang menguat sebanyak 132-186, sementara saham yang melemah mencapai 316-406, dan sisanya 158-218 saham stagnan.

Sebagai perbandingan, pada penutupan Senin (12/10), tercatat volume perdagangan 62,18 miliar saham dengan nilai Rp13,73 triliun. Saat itu, sebanyak 602 saham melemah, 114 menguat, dan 77 stagnan, dengan sektor energi, industri, dan infrastruktur menjadi yang paling terpukul.

Saham-Saham yang Melawan Arus Penurunan

Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham justru mencatat kenaikan signifikan sebagai top gainers:

Saham Perubahan Harga
BIKE (Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk) +23,97% Rp3.310
MGNA (Magna Investama Mandiri Tbk) +18,18% Rp208
ZONE (Mega Perintis Tbk) +14,81% Rp930
MITI (Mitra Investindo Tbk) +11,39% Rp352
LOPI (Logisticsplus International Tbk) +4,48% Rp70

Sementara itu, daftar top losers didominasi oleh saham-saham berikut:

Saham Perubahan Harga
ASMI (Asuransi Maximus Graha Persada) -14,71% Rp29
VKTR (VKTR Teknologi Mobilitas) -11,81% Rp560
VIVA (Visi Media Asia) -11,11% Rp40
LUCY (Lima Dua Lima Tiga) -9,80% Rp138
TCPI (Transcoal Pacific) -9,44% Rp1.630

Pemicu Pelemahan: Konflik Global hingga Kebijakan The Fed

Pelemahan IHSG hari ini tidak terlepas dari beberapa sentimen negatif, baik dari domestik maupun global. Analis dari BRI Danareksa dan Bloomberg Technoz mengidentifikasi beberapa faktor utama:

1. Eskalasi Konflik Timur Tengah: Konflik antara Arab Saudi dan Houthi Yaman, termasuk serangan terhadap infrastruktur Aramco dan Bandara King Khalid, memicu kekhawatiran global. Hal ini menyebabkan harga minyak mentah Brent bertahan di atas US$100, bahkan mencapai US$102,70. Kenaikan harga komoditas ini dapat memicu inflasi dan menekan daya beli.

2. Evaluasi MSCI dan Risiko Klasifikasi Indonesia: Bursa saham Indonesia tengah menghadapi evaluasi oleh MSCI menjelang tinjauan indeks November. Kebijakan pembekuan Free Float (FIF) dan Number of Shares Outstanding (NOS) serta risiko klasifikasi Indonesia menjadi frontier market (pasar perbatasan) dikhawatirkan dapat memicu arus keluar modal asing.

3. Antisipasi Data Ekonomi AS dan China: Investor menanti data Indeks Harga Konsumen (CPI) dari Amerika Serikat dan China. Data CPI AS akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Kecenderungan The Fed yang hawkish telah menyebabkan yield US Treasury naik ke 4,97% dan indeks dolar AS (DXY) menguat, menekan mata uang global termasuk Rupiah yang melemah ke Rp17.899 per dolar AS (turun 0,08%). Kondisi ini berpotensi memicu capital outflow dari obligasi dan aksi jual bersih asing di pasar saham.

Hingga sesi I, asing tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp204,3 miliar, dengan total pembelian Rp1,70 triliun dan penjualan Rp1,90 triliun. Sentimen wait and see global juga terasa, meski G7 dilaporkan melepas cadangan minyak, harga masih tinggi. Akumulasi jual bersih asing sepanjang tahun 2026 telah mencapai Rp83,29 triliun.

Rekomendasi Saham dan Level Penting

Secara teknikal, Reliance Sekuritas melihat pola black spinning top yang mengindikasikan tekanan bearish, di bawah MA5, dan sinyal Stochastic Death Cross. IHSG diperkirakan akan terus melemah. Level support terdekat yang perlu diperhatikan adalah 5.866, dengan resistance di 5.996. Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa level support kuat berada di 5.800-5.850. Jika level ini jebol, risiko pelemahan lebih dalam akan terjadi. Sementara itu, support terdekat berada di 5.900-5.950.

Beberapa saham yang direkomendasikan oleh Reliance Sekuritas dan Bloomberg Technoz untuk dicermati antara lain MEDC (Medco Energi), HMSP (HM Sampoerna), ENRG (Energi Mega Persada), dan WIIM (Wismilak Inti Makmur). Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi berada di tangan pembaca dan memerlukan analisis mandiri.

Indeks-indeks lain juga terpantau melemah: LQ45 turun 0,31% ke 589,10, IDX30 melemah 0,31% ke 328,64, JII turun 0,43% ke 351,47, dan KOMPAS100 melemah 0,33% ke 762,98.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair