Kamis, 15 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham EMTK, MEDC hingga UNTR

IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham EMTK, MEDC hingga UNTR
IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham EMTK, MEDC hingga UNTR

JAKARTA — IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan Kamis (15/10), dengan area 5.900–5.850 menjadi support penting yang perlu dijaga. Tim riset BRI Danareksa dan analis BinaArtha Sekuritas menyodorkan sejumlah saham untuk dicermati, termasuk EMTK, MEDC, KLBF, dan UNTR.

BRI Danareksa menilai kecenderungan indeks masih bearish selama belum mampu kembali menembus level psikologis 6.000. Jika support 5.900–5.850 terlewati ke bawah, investor perlu mewaspadai risiko pelemahan lanjutan.

Tekanan datang saat investor juga mencermati inflasi Amerika Serikat serta pergerakan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Perkembangan itu dapat memengaruhi arus dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

IHSG perlu kembali melewati 6.000

Menurut Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas, indeks perlu melewati level 6.000 untuk memperbaiki momentum jangka pendek. Tim riset menyebut area 5.900–5.850 sebagai support yang perlu dipertahankan.

“Area 5.900–5.850 menjadi support penting yang perlu dipertahankan,” kata Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas, dikutip Kamis (14/10). Tim tersebut mengingatkan bahwa penembusan support dapat membuka ruang pelemahan berikutnya.

Dalam analisis teknikal, support adalah area harga yang dipandang berpotensi menahan penurunan. Ketika harga mendekati area itu, minat beli dapat meningkat, meski level support bukan jaminan bahwa harga akan berbalik naik.

Resistance, sebaliknya, merupakan area yang berpotensi menahan kenaikan. Tekanan jual yang muncul saat harga mendekati resistance dapat membatasi penguatan. Bagi investor, kedua level ini menjadi acuan untuk membaca risiko dan momentum, bukan kepastian arah pasar.

Inflasi AS menambah tekanan pasar

Inflasi AS pada September tercatat 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari konsensus 3,6%. Perhatian investor juga tertuju pada pergerakan DXY dan yield US Treasury, yang dapat memberi petunjuk tentang kekuatan dolar serta ekspektasi suku bunga.

Inflasi yang lebih tinggi berpotensi memperkuat dolar AS dan mempertahankan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sekaligus menambah tekanan terhadap rupiah dan IHSG.

Dampaknya terasa pada cara investor menimbang aset berisiko. Ketika tekanan eksternal meningkat, pergerakan indeks domestik dapat ikut terpengaruh oleh perubahan minat investor terhadap pasar berkembang. Karena itu, level teknikal dan faktor global sama-sama menjadi perhatian dalam perdagangan hari ini.

Tekanan belum berarti indeks pasti turun. Namun, kombinasi posisi IHSG di bawah 6.000 dan inflasi AS di atas konsensus membuat ruang pemulihan jangka pendek perlu dicermati bersama risiko koreksi.

Daftar saham pilihan dua analis

BRI Danareksa merekomendasikan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Rekomendasi ini muncul saat tim riset menilai indeks masih rentan tertekan.

Sementara itu, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memilih PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Mandiri Tbk. (BMR), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Pilihan tersebut bukan berarti seluruh saham akan bergerak searah dengan IHSG atau terhindar dari tekanan pasar. Rekomendasi analis perlu dibaca bersama risiko masing-masing emiten dan kondisi perdagangan, terutama saat indeks belum kembali melewati level psikologis 6.000.

Rosanova menilai penguatan IHSG pada Rabu (14/10) masih terbatas. Level 6.014 dinilai cukup kuat sebagai resistance, sementara peluang indeks menguji kembali support 5.850 dan 5.768 masih terbuka pada sisa perdagangan pekan itu.

Level teknikal yang dicermati

Dalam proyeksi Rosanova, support IHSG berada di 5.768, 5.607, dan 5.521. Adapun resistance berada di 6.128, 6.273, 6.423, dan 6.552.

Perbedaan level antara analisis BRI Danareksa dan BinaArtha mencerminkan penggunaan proyeksi teknikal masing-masing. Investor dapat mencermati area yang disebut setiap analis tanpa menganggap satu angka sebagai kepastian pergerakan indeks.

Untuk perdagangan Kamis (15/10), perhatian berikutnya tertuju pada kemampuan IHSG bertahan di area support dan kembali mendekati 6.000. Pergerakan DXY serta yield US Treasury juga akan menjadi faktor yang dipantau pasar.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair