Kamis, 15 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Pacu Ekspor Nasional, Pemerintah Incar Total Transaksi US$17,5 Miliar di TEI 2026

Pacu Ekspor Nasional, Pemerintah Incar Total Transaksi US$17,5 Miliar di TEI
Pacu Ekspor Nasional, Pemerintah Incar Total Transaksi US$17,5 Miliar di TEI

JAKARTA — TEI 2026 menargetkan total transaksi US$17,5 miliar dengan menghadirkan 1.873 peserta pameran di ICE BSD, Tangerang, Banten. Pemerintah menjadikan Trade Expo Indonesia ke-41 ini sebagai salah satu cara mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari pasar internasional dan mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi.

Target itu disampaikan dalam pembukaan TEI 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen peningkatan ekspor melalui sambutan yang dibacakan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung pameran mencapai 30.000 orang.

Pemerintah ingin mendorong lebih banyak produk olahan sumber daya alam Indonesia masuk ke pasar global. Fokusnya bukan hanya memperbesar nilai ekspor, melainkan juga meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan di dalam negeri melalui hilirisasi dan industrialisasi.

TEI 2026 dan target ekspor nasional

Dalam sambutan Presiden Prabowo yang dibacakan Bahlil, pemerintah menyampaikan bahwa kinerja perdagangan nasional menunjukkan perkembangan positif. Pada Januari-Agustus 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$7,25 miliar.

Nilai ekspor pada periode yang sama mencapai US$193,6 miliar. Angka itu meningkat US$4,74 miliar dibandingkan Januari-Agustus tahun sebelumnya secara tahunan atau year-on-year (yoy), menurut data yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Surplus itu menjadi latar bagi pemerintah untuk terus mendorong penjualan ke luar negeri. Pemerintah menilai ruang peningkatan ekspor masih terbuka, terutama melalui produk yang telah melalui proses pengolahan di Indonesia. Bahlil menyebut strategi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Saat ini, pemerintah menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi, dengan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam Indonesia,” kata Bahlil, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.

Hilirisasi juga dikaitkan dengan upaya memperkuat kemandirian ekonomi. Dengan mengolah sumber daya alam di dalam negeri, pemerintah ingin meningkatkan nilai tambah sebelum produk dipasarkan. Bahlil menegaskan, “Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.”

Pertemuan bisnis jadi jalur menuju transaksi

TEI 2026 mengusung tema The Ultimate Hub for Global Sourcing. Pameran ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara perusahaan Indonesia dan calon pembeli internasional, dengan agenda bisnis yang diharapkan membuka peluang kerja sama komersial.

Skema business-to-business (B2B) menjadi salah satu jalur untuk menghubungkan peserta pameran dengan calon mitra. Pertemuan bisnis memberi kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk dan membahas kesepakatan secara langsung. Target transaksi US$17,5 miliar menjadi tolok ukur yang ingin dicapai melalui rangkaian kegiatan tersebut.

Bagi pelaku usaha, hasil pameran tidak berhenti pada jumlah pengunjung. Kesepakatan dengan pembeli dan distributor dapat membuka akses pasar, sementara transaksi yang terealisasi akan menunjukkan seberapa jauh minat dagang berubah menjadi kerja sama bisnis. Bagi upaya ekspor nasional, hubungan dagang yang berlanjut menjadi bagian penting dari pencapaian target.

Salah satu kesepakatan yang diumumkan berasal dari sektor pangan olahan. PT Inti Food Sejahtera menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra distribusi strategisnya di Australia.

Kesepakatan itu memberi gambaran konkret mengenai bentuk kerja sama yang ingin didorong melalui TEI. Perusahaan pangan olahan dapat menjajaki distribusi di pasar luar negeri, sementara pertemuan dengan calon mitra membuka ruang bagi produk Indonesia untuk menjangkau konsumen di negara tujuan. Bahan yang disampaikan tidak merinci nilai MoU tersebut.

Target transaksi dan jumlah peserta menjadi ukuran awal bagi penyelenggaraan TEI 2026, tetapi realisasi kesepakatan akan menentukan hasil akhirnya.

Pemerintah menempatkan promosi perdagangan dan hilirisasi dalam agenda yang sama: memperluas peluang ekspor sekaligus mendorong produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

“Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Bahlil.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair