JAKARTA — TEI 2026 menargetkan total transaksi US$17,5 miliar dengan menghadirkan 1.873 peserta pameran di ICE BSD, Tangerang, Banten. Pemerintah menjadikan Trade Expo Indonesia ke-41 ini sebagai salah satu cara mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari pasar internasional dan mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi.
Target itu disampaikan dalam pembukaan TEI 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen peningkatan ekspor melalui sambutan yang dibacakan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung pameran mencapai 30.000 orang.
Pemerintah ingin mendorong lebih banyak produk olahan sumber daya alam Indonesia masuk ke pasar global. Fokusnya bukan hanya memperbesar nilai ekspor, melainkan juga meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan di dalam negeri melalui hilirisasi dan industrialisasi.
TEI 2026 dan target ekspor nasional
Dalam sambutan Presiden Prabowo yang dibacakan Bahlil, pemerintah menyampaikan bahwa kinerja perdagangan nasional menunjukkan perkembangan positif. Pada Januari-Agustus 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$7,25 miliar.
Nilai ekspor pada periode yang sama mencapai US$193,6 miliar. Angka itu meningkat US$4,74 miliar dibandingkan Januari-Agustus tahun sebelumnya secara tahunan atau year-on-year (yoy), menurut data yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Surplus itu menjadi latar bagi pemerintah untuk terus mendorong penjualan ke luar negeri. Pemerintah menilai ruang peningkatan ekspor masih terbuka, terutama melalui produk yang telah melalui proses pengolahan di Indonesia. Bahlil menyebut strategi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Saat ini, pemerintah menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi, dengan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam Indonesia,” kata Bahlil, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.
Hilirisasi juga dikaitkan dengan upaya memperkuat kemandirian ekonomi. Dengan mengolah sumber daya alam di dalam negeri, pemerintah ingin meningkatkan nilai tambah sebelum produk dipasarkan. Bahlil menegaskan, “Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.