“Karena itu, Lion Parcel terus mengembangkan kapabilitas internasional dan solusi logistik yang relevan dengan kebutuhan bisnis, sehingga pelaku usaha dapat lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Kenny dalam keterangannya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Perusahaan juga menyebut solusi B2B sebagai bagian dari pengembangan layanan untuk kebutuhan distribusi bisnis. Namun, bahan yang disampaikan tidak merinci cakupan layanan B2B, ketentuan operasional, atau negara tujuan yang tersedia khusus untuk layanan tersebut.
TEI 2026 menjadi tempat perusahaan logistik menampilkan upaya memperkuat pengiriman lintas negara dan solusi bisnis. Pameran perdagangan internasional itu berlangsung selama lima hari di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026.
Bagi eksportir, hubungan antara penjualan dan pengiriman menjadi pertimbangan praktis: pasar baru hanya dapat dijangkau jika barang bisa didistribusikan ke tujuan yang dituju. Ketersediaan layanan dengan jangkauan internasional memberi pilihan, tetapi keputusan memakai layanan tertentu tetap bergantung pada tujuan, karakter barang, serta biaya yang berlaku.
Data nilai ekspor dalam bahan bersumber dari informasi yang dicantumkan VIVA, sedangkan rincian Interpack dan pernyataan Kenny Kwanto berasal dari keterangan Lion Parcel. Perusahaan menyebut layanan itu menjangkau lebih dari 220 destinasi dengan ongkos kirim mulai Rp37.500; rincian yang lebih spesifik tidak dicantumkan dalam bahan.
Pengembangan layanan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya Lion Parcel mendukung kebutuhan distribusi pelaku usaha. Perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana perusahaan menerapkan layanan itu untuk kebutuhan pengiriman bisnis dan pasar tujuan yang dipilih eksportir.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.