Jumat, 16 Oktober 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat: Bukan Bom, 2 Orang Tewas

Ledakan Pasar Cimanggis merusak deretan ruko dekat ruang pematangan buah
Ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, rusak setelah ledakan yang masih diselidiki polisi. (Ilustrasi: AI)

CIPUTAT — Ledakan Pasar Cimanggis menewaskan dua orang dan melukai sekitar 11 lainnya pada Rabu (14/10) malam. Polisi memastikan ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, itu bukan bom; penyebabnya masih diselidiki.

Korban meninggal ialah Achad Tri Prasetyo, pemilik toko di lokasi, dan Riko Eka Putra. Polisi meminta warga menjauhi area karena bangunan ruko yang terdampak dilaporkan makin miring dan masih labil.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro menyampaikan kepastian bahwa ledakan bukan berasal dari bom saat berada di lokasi kejadian. “Ini bukan bom. Ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami,” kata Susatyo.

Ledakan merusak sekitar empat blok ruko dua lantai. Puing bangunan menimpa warga di halaman ruko, sementara sebuah mobil dan sejumlah sepeda motor turut rusak. Warga sekitar juga melaporkan listrik padam setelah ledakan.

Polisi telusuri ruang pematangan buah

Dalam olah tempat kejadian perkara lanjutan pada Kamis (15/10), tim gabungan menyebut pusat ledakan berada di sebuah ruangan yang digunakan untuk pematangan buah. Di bagian yang rusak paling parah, petugas menemukan pisang mentah dan tabung gas etilen yang biasa dipakai untuk mematangkan buah.

Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Zakaria Sembiring menyebut tabung yang ditemukan memiliki berat 50 kilogram. Petugas juga mengamankan potongan selang penyalur gas dan dinamo yang diduga berasal dari kipas rusak.

Namun, temuan itu belum menjelaskan pemicu ledakan. Zakaria mengatakan tim forensik masih akan memeriksa instalasi listrik dan komponen dinamo. Polisi juga mencari komponen lain, termasuk regulator gas.

“Kita nggak berani berhipotesa karena kalau forensik itu dia harus riil. Nanti kita akan mungkin periksa dari segi instalasi listriknya, kemudian komponen dari dinamo itu sendiri,” tutur Zakaria.

Menurut keterangan saksi yang disampaikan Susatyo, pekerja di lokasi sedang mengepak buah untuk dipasok ke pasar-pasar. Susatyo mengatakan sebagian korban merupakan pekerja, dan polisi menemukan korban di bagian depan ruko.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan menegaskan lokasi itu bukan gudang logistik program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut bangunan tersebut digunakan untuk usaha jual-beli, bukan terkait MBG.

11 korban luka dirawat di tiga rumah sakit

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menyebut satu korban meninggal berasal dari Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dan satu lagi dari Pamulang Timur, Tangerang Selatan. “Korban meninggal ada dua, satu warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan dan satu lagi warga Pamulang Timur, Tangerang Selatan,” terang Bambang.

Para korban luka dirawat di tiga rumah sakit. RS Fatmawati menangani tiga orang dengan luka berat. RS Sari Asih Ciputat merawat empat orang, terdiri atas satu korban luka berat dan tiga luka ringan. Sementara itu, RSUD Tangerang Selatan merawat empat orang, dengan dua korban luka berat dan dua luka ringan.

Dampaknya terasa langsung bagi pedagang dan warga sekitar. Tiga kios di dekat lokasi dilaporkan hancur, barang dagangan rusak, dan pemilik ruko belum bisa masuk untuk memeriksa atau menyelamatkan barang. Petugas menutup area karena kondisi bangunan berisiko membahayakan siapa pun yang mendekat.

“Jangan sampai ada warga atau pemilik ruko yang di situ yang memaksa masuk untuk menyelamatkan harta bendanya karena situasi bangunan dalam kondisi labil. Kami imbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang sudah disterilkan,” ujar Bambang.

Polisi mengerahkan 40 personel gabungan dari Brimob, Polres Tangsel, dan Polsek Ciputat Timur untuk menjaga lokasi pada Kamis pagi. Olah TKP pada malam kejadian sebelumnya tak dapat diteruskan karena minim cahaya, lalu dilanjutkan pada siang hari.

Tim gabungan Polda Metro Jaya, Puslabfor Bareskrim Polri, dan Polres Tangsel juga akan memeriksa sekitar lima saksi di Polres Tangsel. Petugas mengamankan sekitar 18 kamera pengawas beserta dekodernya untuk membantu penyelidikan. Imron menyatakan belum ada bahan peledak yang ditemukan, tetapi polisi tetap mendalami apakah ledakan terjadi disengaja atau tidak.

Bangunan yang makin miring membuat petugas mempercepat pemeriksaan di lokasi. “Jadi yang jelas, gedungnya sudah bertambah miring. Makanya kami, gabungan ini, mempercepat olah TKP, karena menghindari hal yang tidak diinginkan,” jelas Imron. Penyebab ledakan baru akan dipastikan setelah pemeriksaan forensik terhadap instalasi dan peralatan selesai.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda