Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Skandal Rekaman Reform UK: Tiga Anggota Mundur

Skandal Rekaman Reform UK
Skandal Rekaman Reform UK

LONDON — Rekaman penyamaran ITV menyorot ucapan rasialis, misoginis, dan ancaman kekerasan dari sejumlah politikus lokal Reform UK. Tiga anggota dewan telah mundur dari partai setelah cuplikan investigasi itu ditayangkan pada Rabu, sementara pimpinan Reform UK menghadapi tekanan baru untuk menindak para anggotanya.

Investigasi berjudul Undercover: A Year In Reform merekam anggota dewan dan kandidat pemilu saat berkampanye maupun berbicara di luar sorotan publik. ITV menayangkan cuplikan awal sebelum dokumenter lengkapnya dijadwalkan tayang pada 18 Oktober, menurut laporan Straitstimes.

Rekaman Reform UK memicu pengunduran diri

Salah satu orang yang terekam adalah Alan Feeney, anggota dewan Reform UK yang pernah menjabat wakil wali kota Solihull. Dalam rekaman, ia menyebut pemilik rumah keturunan Asia dengan istilah merendahkan dan menyatakan bahwa warga nonkulit putih seharusnya hanya menjadi sebagian kecil dari populasi Inggris.

Feeney kemudian mengumumkan pengunduran dirinya dari Reform UK dengan alasan pribadi. Ia sebelumnya terpilih menjadi anggota dewan di Birmingham dan Solihull sebelum mendapat posisi wakil wali kota Solihull.

Rekaman lain menampilkan Feeney berbincang dengan Jamie Campbell dan Chris Whelan, yang kemudian menjadi anggota dewan. Mereka membicarakan kemungkinan lokasi pembangunan masjid dan melontarkan komentar rasialis. Feeney lalu menyadari bahwa ucapan mereka dapat menjadi perhatian media.

Whelan menyatakan mundur dari Reform UK pada 12 Oktober dengan alasan pribadi dan kesehatan. Campbell masih menjabat saat laporan sumber utama disusun.

ITV juga merekam Dean Miller, anggota dewan Reform UK dari Bromley, saat berkampanye dalam pemilihan sela Makerfield. Ia membicarakan tindakan terhadap pendatang tanpa dokumen yang menyeberangi Selat Inggris. Rekaman terpisah memperlihatkan seorang anggota dewan Bromley menyerukan pembunuhan Raja Charles, sedangkan orang lain membuat komentar seksual dan misoginis tentang rekan perempuan.

Partai menyelidiki, Farage tunda pengumuman

Reform UK mengatakan sedang menyelidiki temuan awal ITV. Nigel Farage, pemimpin partai, juga menunda pengumuman besar yang semula dijadwalkan berlangsung di Essex pada Kamis pagi, ketika partai berupaya meredam dampak dari rangkaian rekaman yang diperkirakan masih berlanjut.

Perhatian berikutnya tertuju pada cuplikan dari kantor pusat Reform UK di London. Bahan sumber utama menyebut rekaman itu dapat menampilkan politikus senior dan pejabat partai. Belum ada rincian isi rekaman kantor pusat dalam laporan yang diberikan.

Dalam pernyataan pada Rabu malam, Reform UK menuduh ITV dan rumah produksi Hardcash Productions menggunakan cara penipuan ekstrem. Partai itu mengatakan jurnalis penyamar memakai identitas yang diubah dan kredensial palsu untuk masuk ke kantor, sistem komputer, serta mengawasi karyawan.

Reform UK juga menyebut Farage dan anggota partai lain menghadapi ancaman yang menimbulkan persoalan keamanan. Menurut partai, penyelidikan polisi terkait pelanggaran keamanan terhadap Farage masih berlangsung. Tuduhan tersebut merupakan klaim Reform UK; bahan yang tersedia tidak memuat tanggapan ITV atau Hardcash Productions atas bantahan itu.

Farage sebelumnya berulang kali berjanji membersihkan partai dari ekstremis dan orang-orang fanatik serta menerapkan pemeriksaan bagi calon. Reform UK menyatakan pemeriksaan dilakukan terhadap semua orang yang ingin maju dalam pemilu.

Namun, rekaman para kandidat yang kemudian terpilih sebagai anggota dewan kini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana proses itu mampu menemukan perilaku yang bertentangan dengan nilai partai.

Tekanan politik bertambah

Bagi pemilih, persoalannya bukan hanya ucapan yang terekam, melainkan juga apakah partai akan mengambil tindakan setelah kandidatnya mendapat jabatan publik. Anggota dewan berhadapan langsung dengan warga dan ikut mewakili partai di tingkat lokal. Pengunduran diri tiga orang memperlihatkan dampak langsung investigasi, sementara keputusan terhadap anggota lain masih dinantikan.

Bridget Phillipson, anggota parlemen sekaligus ketua Partai Buruh, mengecam isi rekaman dan mendesak Reform UK mengeluarkan setiap anggota yang terbukti membuat komentar serupa. Ia menilai Farage tidak bisa menyederhanakan temuan itu sebagai ulah segelintir orang.

Kasus ini muncul saat Reform UK juga menghadapi tekanan terkait keuangan dan posisi politiknya. Bahan utama menyebut dukungan partai sedang stagnan dalam jajak pendapat, setelah muncul investigasi penyamaran lain yang merekam pejabat senior membicarakan kemungkinan memperoleh sumbangan dari luar negeri.

Partai juga masih menunggu hasil penyelidikan komisioner standar parlemen mengenai apakah Farage seharusnya melaporkan hadiah senilai £5 juta dari Christopher Harborne, seorang miliarder di bidang mata uang kripto. Isu tersebut menjadi perkara terpisah dari investigasi ITV, tetapi menambah beban yang harus ditangani pimpinan Reform UK.

Cuplikan investigasi ITV pertama telah memicu pengunduran diri tiga anggota dewan Reform UK.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda