Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Badenoch Tolak Koalisi Reform UK, Sindir Defektor Tak Jujur

Badenoch menolak koalisi Reform UK di panggung Edinburgh
Kemi Badenoch menegaskan tak akan ada koalisi Reform UK dan Konservatif. (Ilustrasi: AI)

EDINBURGH — koalisi Reform UK kembali ditutup rapat oleh Kemi Badenoch. Pemimpin Partai Konservatif itu bukan hanya menolak kerja sama dengan partai Nigel Farage, tetapi juga menyebut para pembelot yang hengkang ke Reform sebagai orang-orang yang tidak akan disambut pulang.

Di Edinburgh festival fringe, Badenoch mengatakan partainya tak akan membuat kesepakatan pemilu dengan Reform UK. Ia juga mengirim pesan keras kepada para politisi yang pindah kubu dengan menyebut mereka “some of the most dishonest people I have ever met in my entire life”.

Pidato yang menutup pintu dari dua arah

Pernyataan Badenoch datang saat peta politik kanan Inggris masih cair. Di bahan sumber, beberapa anggota parlemen aktif maupun mantan anggota parlemen tercatat sudah bergabung ke Reform dari Konservatif, termasuk mantan menteri dalam negeri Suella Braverman dan mantan shadow justice secretary Robert Jenrick.

Nama Jenrick ikut jadi sasaran. Setelah Badenoch memecatnya karena dituding merencanakan sesuatu terhadap dirinya, Jenrick menyebut partai lamanya “rotten” dan “failed”. Badenoch lalu mengkritik mereka yang pergi saat partai berada di titik terendah, lalu ingin kembali saat keadaan berubah.

“These are people who left us when we were at our lowest, many of them the people who caused the problems in the first place and then ran away and pretended they had nothing to do with it. Why should we have them back?” kata Badenoch. Kalimat itu menegaskan garis partai yang ia tarik: tidak ada ruang untuk para pembelot, apalagi untuk kompromi elektoral dengan Reform.

Pesan ke internal Partai Konservatif

Badenoch juga menolak istilah “drama queens” di partainya. Ia mengatakan tidak sedang “entertaining” para parlementarian yang ia dengar tengah mendekati kembali setelah sebelumnya pergi. Buat basis Konservatif, pesan ini penting karena memperlihatkan upaya Badenoch membangun disiplin internal, bukan sekadar merespons manuver Reform di luar pagar partai.

Di titik ini, taruhannya jelas. Jika Konservatif terus kehilangan figur ke Reform, lalu masih membuka pintu untuk koalisi atau kesepakatan, partai bisa tampak rapuh di hadapan pemilih yang menuntut garis politik tegas. Badenoch memilih kebalikannya: menutup peluang sejak awal, walau risikonya mempersempit opsi jika hasil pemilu nanti tidak menghasilkan mayoritas jelas di Westminster.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda