Minggu, 18 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Gempa 4,1 Magnitudo di Bogor Rusak 253 Rumah Warga

Gempa 4,1 Magnitudo di Bogor Rusak 253 Rumah Warga
Gempa 4,1 Magnitudo di Bogor Rusak 253 Rumah Warga

KABUPATEN BOGOR — Gempa 4,1 magnitudo di Bogor merusak 253 rumah warga, jauh lebih banyak daripada catatan awal BPBD yang menyebut 17 rumah. Data sementara itu mencakup tiga desa di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang setelah gempa terjadi pada Kamis (15/10/2026).

BPBD Kabupaten Bogor mencatat 222 rumah rusak ringan, 25 rusak sedang, dan enam rusak berat. Pendataan belum selesai, sehingga jumlah kerusakan masih dapat berubah.

Angka terbaru tersebut dihimpun BPBD dan disampaikan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi. Antara juga melaporkan rincian kerusakan di masing-masing desa, sedangkan pemberitaan awal menyebut 17 rumah terdampak.

Desa Purwabakti mencatat kerusakan terbanyak

Desa Purwabakti di Kecamatan Pamijahan menjadi lokasi dengan kerusakan rumah paling banyak, yakni 106 unit. Rinciannya, 97 rumah rusak ringan, enam rusak sedang, dan tiga rusak berat.

Di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, tercatat 76 rumah rusak. Jumlah itu terdiri atas 70 rumah dengan kerusakan ringan dan enam dengan kerusakan sedang.

Sementara di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, ada 71 rumah terdampak: 55 rusak ringan, 13 rusak sedang, dan tiga rusak berat. Rincian ketiga desa itu sesuai dengan total 253 rumah dalam data pembaruan BPBD yang diberitakan Antara.

Perubahan dari 17 menjadi 253 rumah menunjukkan bahwa pendataan awal dan rekapitulasi lanjutan memberi gambaran dampak yang berbeda. Angka awal berasal dari kaji cepat ketika informasi di lapangan masih terbatas; pembaruan kemudian mencakup kerusakan di tiga desa. Karena proses rekapitulasi masih berjalan, angka terbaru pun belum menjadi data final.

Gempa dangkal dan pemantauan aktivitas susulan

BMKG melaporkan dua gempa mengguncang kawasan Bogor pada 15 Oktober 2026. Gempa pertama bermagnitudo 3,5 terjadi pukul 17.49.43 WIB, disusul gempa bermagnitudo 4,1 pada pukul 17.58.23 WIB.

Menurut keterangan Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, kedua gempa tergolong dangkal. Kedalaman masing-masing tercatat 9 km dan 5 km. BMKG menyebut aktivitas sesar aktif sebagai dugaan pemicu berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.

BMKG juga mencatat 11 kejadian gempa susulan setelah dua gempa utama, dengan magnitudo berkisar M1,6–M2,6. Dua di antaranya dirasakan masyarakat. Pemantauan masih dilakukan untuk mengikuti perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah terdampak.

Guncangan dilaporkan terasa dengan intensitas IV MMI di Pamijahan dan Kabandungan. Intensitas III MMI tercatat di Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak. Sementara intensitas II MMI dilaporkan di Palabuhanratu, Pabuaran, dan Cicantayan.

Dampak meluas dari rumah warga

Kerusakan bangunan membuat jumlah rumah saja belum cukup menggambarkan dampak gempa bagi warga. Antara melaporkan BPBD juga mencatat lima sarana ibadah mengalami kerusakan ringan: tiga di Desa Purwabakti dan dua di Desa Cibunian. Satu warga mengalami luka ringan di Kecamatan Pamijahan dan telah mendapat penanganan medis di klinik setempat.

Pada pendataan awal, BPBD mencatat 51 warga mengungsi. Sebagian memilih meninggalkan rumah karena khawatir terhadap gempa susulan, termasuk warga yang rumahnya tidak tercatat rusak. Angka pengungsian itu berasal dari laporan awal, sehingga tidak otomatis menggambarkan kondisi setelah data kerusakan diperbarui.

Bagi warga, perbedaan antara rusak ringan, sedang, dan berat menentukan kebutuhan pemeriksaan bangunan serta langkah yang perlu diambil sebelum kembali beraktivitas di rumah. Karena itu, rekapitulasi lapangan bukan sekadar urusan angka: hasilnya membantu pemerintah daerah memetakan lokasi yang perlu ditangani lebih dulu dan memperbarui informasi bagi warga terdampak.

BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan pendataan dan rekapitulasi. Warga di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi resmi setempat sementara petugas memeriksa kondisi bangunan dan memperbarui jumlah kerusakan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 18 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online