BMKG juga mencatat 11 kejadian gempa susulan setelah dua gempa utama, dengan magnitudo berkisar M1,6–M2,6. Dua di antaranya dirasakan masyarakat. Pemantauan masih dilakukan untuk mengikuti perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah terdampak.
Guncangan dilaporkan terasa dengan intensitas IV MMI di Pamijahan dan Kabandungan. Intensitas III MMI tercatat di Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak. Sementara intensitas II MMI dilaporkan di Palabuhanratu, Pabuaran, dan Cicantayan.
Dampak meluas dari rumah warga
Kerusakan bangunan membuat jumlah rumah saja belum cukup menggambarkan dampak gempa bagi warga. Antara melaporkan BPBD juga mencatat lima sarana ibadah mengalami kerusakan ringan: tiga di Desa Purwabakti dan dua di Desa Cibunian. Satu warga mengalami luka ringan di Kecamatan Pamijahan dan telah mendapat penanganan medis di klinik setempat.
Pada pendataan awal, BPBD mencatat 51 warga mengungsi. Sebagian memilih meninggalkan rumah karena khawatir terhadap gempa susulan, termasuk warga yang rumahnya tidak tercatat rusak. Angka pengungsian itu berasal dari laporan awal, sehingga tidak otomatis menggambarkan kondisi setelah data kerusakan diperbarui.
Bagi warga, perbedaan antara rusak ringan, sedang, dan berat menentukan kebutuhan pemeriksaan bangunan serta langkah yang perlu diambil sebelum kembali beraktivitas di rumah. Karena itu, rekapitulasi lapangan bukan sekadar urusan angka: hasilnya membantu pemerintah daerah memetakan lokasi yang perlu ditangani lebih dulu dan memperbarui informasi bagi warga terdampak.
BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan pendataan dan rekapitulasi. Warga di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi resmi setempat sementara petugas memeriksa kondisi bangunan dan memperbarui jumlah kerusakan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.