Minggu, 18 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Scream or Dance Dorong Pertumbuhan Lapangan Kerja di Indonesia

Scream or Dance Dorong Pertumbuhan Lapangan Kerja di Indonesia
Scream or Dance Dorong Pertumbuhan Lapangan Kerja di Indonesia

JAKARTA — Scream or Dance menargetkan keterlibatan 4.000 tenaga kerja pada 2026, naik dari target sekitar 2.750 orang pada penyelenggaraan sebelumnya. Target ini menunjukkan bagaimana festival musik Halloween tersebut ingin memperluas dampaknya, bukan hanya lewat acara, tetapi juga melalui pekerjaan dan kegiatan usaha di belakang panggung.

Head of Business Development Scream or Dance, Tamma Irawan, menyebut pertumbuhan festival perlu dilihat dari peluang yang tercipta bagi pekerja dan talenta kreatif. Scream or Dance kini memasuki penyelenggaraan tahun kelima dengan konsep yang memadukan musik elektronik, seni visual, instalasi tematik, dan pengalaman interaktif.

“Pada penyelenggaraan sebelumnya, target kami adalah melibatkan sekitar 2.750 tenaga kerja. Pada 2026, kami ingin meningkatkan angka tersebut menjadi 4.000 orang,” ujar Tamma.

Ia mengatakan jumlah itu masih berupa target. Namun, menurutnya, kontribusi festival terhadap kesempatan kerja tetap menjadi perhatian dalam pengembangan acara.

Scream or Dance dan target lapangan kerja

Perhitungan kebutuhan tenaga kerja mencakup beragam fungsi, dari persiapan sampai acara berlangsung. Kru produksi panggung, teknisi audio dan pencahayaan, desainer visual, seniman, tim operasional, serta petugas layanan pengunjung menjadi bagian dari ekosistem tersebut.

Festival juga melibatkan vendor dan mitra produksi. Mereka mendukung berbagai kebutuhan acara, sehingga peluang ekonomi tidak hanya terbuka bagi pekerja yang berada langsung di area festival.

Target 4.000 orang itu setara dengan kenaikan 45,5% dibandingkan angka sekitar 2.750 tenaga kerja pada penyelenggaraan sebelumnya. Angka tersebut merupakan target yang disampaikan penyelenggara, bukan jumlah pekerja yang sudah dipastikan terlibat pada 2026.

Perbedaan itu penting bagi pembaca. Target menunjukkan arah yang ingin dicapai, sedangkan realisasi baru dapat diketahui setelah proses perekrutan dan penyelenggaraan berjalan.

“Bagi kami, pertumbuhan Scream or Dance bukan hanya tentang menghadirkan festival yang lebih besar, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta kreatif dan tenaga profesional untuk terlibat, berkarya, dan berkembang bersama industri event Indonesia,” kata Tamma.

Dampak festival menjalar ke usaha pendukung

Aktivitas festival dapat menciptakan permintaan bagi sektor pendukung seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, logistik, pengadaan perlengkapan, dan jasa produksi. Dampaknya berpotensi dirasakan pelaku usaha yang terlibat dalam persiapan maupun pelaksanaan acara, meski bahan sumber tidak merinci nilai ekonomi yang dihasilkan.

Untuk pekerja kreatif lokal, produksi festival memberi ruang memperoleh pengalaman profesional, membangun portofolio, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak. Keahlian yang terlibat pun beragam: mulai dari penataan panggung dan visual sampai pengelolaan layanan pengunjung.

Manfaatnya tidak berhenti di gerbang festival. Ketika penyelenggara menggunakan jasa vendor dan mitra dalam negeri, kegiatan pengadaan dapat membuka pekerjaan dan transaksi bagi usaha yang menyokong acara. Namun, besarnya dampak tersebut bergantung pada jumlah tenaga kerja yang benar-benar terserap serta keterlibatan pelaku usaha lokal.

Karena itu, jumlah pekerja, vendor lokal yang berpartisipasi, dan nilai pengadaan dari mitra dalam negeri dapat menjadi indikator untuk mengukur kontribusi ekonomi secara lebih konkret. Dalam bahan yang disampaikan, indikator tersebut disebut sebagai tolok ukur yang dapat digunakan; belum ada angka realisasi untuk aspek-aspek itu.

Pengunjung mancanegara ikut jadi perhatian

Scream or Dance juga menyebut telah mendatangkan pengunjung dari luar negeri sejak penyelenggaraan tahun lalu. Kehadiran mereka berpotensi memberi kegiatan tambahan bagi transportasi, akomodasi, dan konsumsi sekaligus memperkenalkan festival musik Indonesia kepada audiens yang lebih luas.

Penyelenggara berharap jumlah pengunjung internasional bertambah pada tahun ini. Tamma menyebut tim menyiapkan kemasan festival yang lebih matang, termasuk panggung, instalasi, dan pengalaman interaktif. Namun, sumber tidak mencantumkan angka pengunjung mancanegara maupun jumlah kenaikan yang ditargetkan.

“Tahun lalu kami sudah melihat antusiasme pengunjung dari luar negeri yang datang khusus untuk merasakan Scream or Dance, dan itu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami,” ujar Tamma.

Festival bertema Halloween ini juga pernah masuk DJ Mag Top 100 Festivals, menurut bahan sumber. Pengakuan tersebut memperkuat profil acara di kancah festival musik internasional, sementara dampak ekonomi di Indonesia tetap akan bergantung pada pekerjaan dan kemitraan yang benar-benar terwujud.

Tamma menyampaikan apresiasi kepada tim internal, kru produksi, pekerja kreatif, vendor, dan mitra yang bekerja di balik layar. Ia berharap pengembangan festival membuka kesempatan lebih luas bagi tenaga kerja dan pelaku industri kreatif Indonesia.

Target penyelenggara untuk 2026: 4.000 tenaga kerja.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 18 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir