JAKARTA — Ekspor Indonesia mencapai 167,03 miliar dolar AS pada Januari–Juli 2026, naik 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini ikut memperbesar kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan logistik yang dapat menjangkau pasar internasional.
Lion Parcel membawa layanan pengiriman internasional dan solusi business-to-business (B2B) ke Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. Perusahaan menawarkan INTERPACK untuk pengiriman lintas negara serta layanan B2B bagi kebutuhan operasional perusahaan.
Bagi eksportir, pengiriman tidak berhenti pada ketersediaan barang. Jangkauan tujuan, pengelolaan paket, dan konektivitas lintas negara ikut menentukan bagaimana produk dapat sampai ke pasar tujuan. Kebutuhan inilah yang ingin dijawab Lion Parcel lewat pengembangan layanan internasionalnya.
INTERPACK menjangkau lebih dari 220 destinasi
Lion Parcel menyebut INTERPACK saat ini menjangkau lebih dari 220 destinasi internasional. Layanan ini melayani pengiriman individu maupun bisnis, dengan ongkos kirim mulai Rp37.500.
Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan kesiapan logistik menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan pelaku usaha saat memperluas pasar ke luar negeri. Menurut dia, kapabilitas layanan perlu mengikuti perubahan kebutuhan bisnis.
“Kami melihat perdagangan internasional sebagai peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus mengembangkan bisnisnya. Untuk mendukung langkah tersebut, kesiapan logistik menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan.
Karena itu, Lion Parcel terus mengembangkan kapabilitas internasional dan solusi logistik yang relevan dengan kebutuhan bisnis, sehingga pelaku usaha dapat lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas.”
Untuk perusahaan, solusi B2B Lion Parcel mencakup dedicated PIC untuk memantau pengiriman, integrasi API, penjemputan paket, serta tarif khusus. Perusahaan menyatakan layanan ini dirancang bagi bisnis dengan skala operasional berbeda.
Dampaknya terasa pada pengelolaan pengiriman sehari-hari. Pemantauan dan integrasi sistem dapat membantu perusahaan mengatur alur logistik secara lebih terhubung, sementara layanan penjemputan memberi pilihan dalam menangani paket. Bagi pelaku usaha yang mulai memasuki pasar luar negeri, ketersediaan layanan dengan jangkauan internasional juga menjadi bagian dari perencanaan distribusi.
Lebih praktis, bila sesuai kebutuhan.
Ekspansi jaringan Lion Parcel ke Malaysia
Pengembangan jaringan perusahaan juga mencakup pembukaan kantor internasional pertamanya di Subang Jaya, Malaysia, pada September 2026. Lion Parcel menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya memperluas konektivitas lintas negara dan jangkauan di pasar regional.
Di Malaysia, perusahaan memanfaatkan ekosistem Lion Group, termasuk konektivitas penerbangan Batik Air Malaysia dan Cargo Terminal Operator di KLIA Cargo Village. Menurut Lion Parcel, dukungan itu digunakan untuk memperkuat konektivitas udara dan kargo bagi pengiriman internasional.
Kehadiran kantor di Malaysia menambah unsur operasional pada strategi internasional perusahaan. Jaringan lintas negara perlu terhubung dengan pengelolaan kargo dan jalur pengiriman agar dapat mendukung kebutuhan bisnis yang ingin menjangkau pasar regional. Bagi eksportir, kepastian layanan dan keterhubungan antarbagian logistik menjadi pertimbangan ketika mengatur pengiriman ke luar negeri.
Partisipasi Lion Parcel dalam TEI 2026 juga diarahkan untuk menjajaki kebutuhan logistik pelaku usaha serta peluang kolaborasi. Perusahaan membuka ruang diskusi dengan bisnis yang ingin membahas kebutuhan pengiriman dan pengelolaan logistik mereka.
Kenny mengatakan pengembangan konektivitas internasional perlu berjalan seiring dengan kebutuhan bisnis. Ia menyampaikan, “Melalui TEI 2026, kami ingin membuka ruang diskusi dan kolaborasi dengan lebih banyak pelaku usaha mengenai kebutuhan logistik mereka.
Kami percaya bahwa pengembangan konektivitas internasional perlu berjalan seiring dengan kebutuhan bisnis. Ke depannya, Lion Parcel akan terus mengembangkan kapabilitas dan menjajaki kolaborasi yang dapat membantu bisnis Indonesia terhubung dengan peluang pasar internasional.”
Data ekspor dalam bahan yang dirilis Republika.co.id menunjukkan peningkatan pada Januari–Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bagi pelaku usaha, pertumbuhan perdagangan itu membuka peluang untuk memperluas pasar, tetapi kebutuhan pengiriman lintas negara tetap perlu disesuaikan dengan karakter operasional masing-masing bisnis.
Melalui INTERPACK dan layanan B2B, Lion Parcel menawarkan jangkauan pengiriman serta dukungan operasional bagi kebutuhan tersebut. Perusahaan juga menggunakan TEI 2026 untuk berdiskusi dengan pelaku usaha mengenai bentuk layanan dan kolaborasi yang diperlukan untuk menghubungkan bisnis Indonesia dengan pasar internasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.