Selasa, 20 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Bahlil Mau Resmikan Pabrik Ekosistem Baterai EV di Karawang

Bahlil Mau Resmikan Pabrik Ekosistem Baterai EV di Karawang
Bahlil Mau Resmikan Pabrik Ekosistem Baterai EV di Karawang

KARAWANG — Pabrik baterai EV di Karawang sudah beroperasi, tetapi peresmiannya masih menunggu agenda Presiden Prabowo Subianto. Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan segera meresmikan fasilitas hasil kerja sama CATL dan BUMN Indonesia itu.

Bahlil menyampaikan rencana tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana dikutip pada Selasa (20/10). Pabrik yang dibangun dalam proyek ekosistem baterai kendaraan listrik itu mulai dikerjakan setelah Presiden Prabowo melakukan peletakan batu pertama tahun lalu.

“Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang. Yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan groundbreaking. Itu adalah kerja sama antara CATL dan BUMN kita,” kata Bahlil.

Pabrik baterai EV Karawang mulai beroperasi bertahap

Perusahaan patungan Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) mengelola proyek tersebut. PT Indonesia Battery Corporation (IBC) sebelumnya menyatakan pabrik baterai terintegrasi yang dibangun bersama Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) telah beroperasi dan ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada Oktober 2026.

Presiden Direktur IBC Aditya Farhan Arif mengatakan operasional pabrik dimulai pada Juli 2026, tetapi kapasitas produksinya dinaikkan secara bertahap. Pada fase pertama, pabrik memiliki tiga jalur produksi. Perusahaan memulai pengoperasian dari satu jalur sambil menguji jalur berikutnya.

“Operasinya memang bertahap. Total di fase satu ada tiga line, kita mulai dengan satu line dulu. Dan ini sambil menguji line-line sesudahnya. Jadi harapannya sih di Oktober ini itu sudah full operation di kapasitas tersebut,” tutur Aditya saat konferensi pers MediaMIND di Jakarta, Senin (14/9).

Kapasitas fase pertama mencapai 6,9 GWh. IBC menyebut rencana ekspansi dapat membawa total kapasitas pabrik setidaknya menjadi 15 GWh, tetapi keputusan investasi untuk pembangunan fase kedua baru akan ditetapkan tahun depan. Fase kedua direncanakan menambah kapasitas 8,1 GWh.

Nilainya besar. Proyek Dragon di Karawang, Jawa Barat, tercatat memiliki investasi USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 19,4 triliun. IBC dan CATL masing-masing memiliki porsi kepemilikan 50 persen di perusahaan patungan itu, menurut keterangan Aditya.

Produksi untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi

Baterai dari fasilitas Karawang tidak hanya ditujukan untuk kendaraan listrik. Sebagian produksinya juga akan digunakan untuk Battery Energy Storage System (BESS), sistem penyimpanan energi berbasis baterai. Peruntukan ganda ini membuat proyek tersebut berkaitan dengan rantai pasok kendaraan listrik sekaligus kebutuhan penyimpanan energi.

Bagi industri di Indonesia, fasilitas produksi lokal dapat memperluas bagian rantai nilai baterai yang berlangsung di dalam negeri. Dampaknya bergantung pada tahapan operasional dan keputusan ekspansi yang masih berjalan. Dengan pabrik mulai berproduksi dan fase lanjutan masih menunggu keputusan investasi, kapasitas yang diumumkan belum seluruhnya mencerminkan produksi yang sudah berjalan.

Aditya mengatakan 600 pegawai telah disekolahkan di China untuk mendukung pengoperasian pabrik. Sementara itu, pembangunan fasilitas hulu dan pemrosesan material juga masuk dalam kemitraan IBC dengan perusahaan dari kelompok CATL.

Di Buli, Halmahera, IBC bekerja sama dengan anak perusahaan CATL membangun pabrik material baterai NMC. Investasi fasilitas itu mencapai USD 600 juta atau sekitar Rp 10,6 triliun, dengan kapasitas 30.000 ton dan target operasi pada 2028.

Bahlil juga menyinggung harga batu bara

Di Istana Merdeka, Bahlil turut menyampaikan perkembangan harga batu bara Indonesia. Ia menyebut harga mulai naik dan pemerintah mempertimbangkan peningkatan produksi apabila harga dinilai baik. Pemerintah, kata dia, tetap menerapkan relaksasi terbatas untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

“Alhamdulillah sekarang harga batubara kita mulai naik. Dan sekarang hari ini mencapai 154 dolar per ton untuk kalori 633,” ujar Bahlil. Ia juga menyampaikan harapan agar penerimaan devisa dapat masuk dalam waktu dekat.

Peresmian pabrik Karawang menjadi agenda berikutnya setelah fasilitas mulai beroperasi secara bertahap. Pada fase pertama, kapasitas yang disampaikan IBC adalah 6,9 GWh.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair