Rabu, 21 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kaji Merger SpaceX – Tesla, Elon Musk Bidik Sinergi AI, Cip, Robotika

Kaji Merger SpaceX – Tesla, Elon Musk Bidik Sinergi AI, Cip, Robotika
Kaji Merger SpaceX – Tesla, Elon Musk Bidik Sinergi AI, Cip, Robotika

Perubahan ini memperluas gambaran bisnis SpaceX yang sebelumnya banyak dikenal lewat layanan internet satelit Starlink. Bahan laporan menyebut perusahaan kini juga menjalankan bisnis AI, platform media sosial X, dan pengembangan infrastruktur pusat data. Ekspansi komputasi tersebut membutuhkan investasi besar.

Belanja modal SpaceX meningkat hampir tiga kali lipat menjadi US$ 19,6 miliar pada kuartal ketiga. Perusahaan memperkirakan belanja modal kuartal keempat mencapai US$ 35 miliar hingga US$ 40 miliar. Angka ini memberi konteks penting bagi pembahasan merger: sinergi teknologi yang dijanjikan datang bersama kebutuhan pendanaan infrastruktur yang besar.

Terafab dan Starship masuk dalam potensi sinergi

Salah satu bidang yang disebut Musk ialah Terafab, perusahaan patungan manufaktur cip SpaceX dan Tesla. Musk mengatakan Terafab dijadwalkan memproduksi cip uji pertama sekitar Mei atau Juni 2027. Produksi massal ditargetkan dimulai pada kuartal ketiga 2028.

Rencana itu menunjukkan bahwa pembicaraan merger bersinggungan dengan kebutuhan cip untuk pengembangan AI dan perangkat lain. Namun, jadwal Terafab yang disampaikan Musk merupakan target, bukan tanda bahwa produksi sudah dimulai. Komite khusus juga belum menetapkan apakah dan bagaimana proyek tersebut akan masuk ke dalam struktur transaksi.

Kolaborasi lain yang berpotensi dibahas menyangkut robotika serta transportasi antariksa. SpaceX sedang mengembangkan Starship, sistem roket generasi baru yang dapat digunakan kembali. Perusahaan berharap sistem itu mendukung peluncuran satelit Starlink berkapasitas lebih besar dan infrastruktur komputasi AI di orbit.

Starship belum memasuki layanan komersial. Karena itu, peluang menghubungkan teknologi roket dengan kebutuhan komputasi masih bergantung pada pengembangan sistem tersebut, selain keputusan tentang merger.

Bagi industri, gagasan ini memperlihatkan ambisi mengaitkan pusat data, cip, dan akses ke orbit dalam satu ekosistem; bagi pemegang saham, tahap berikutnya tetap menunggu keputusan komite dan persetujuan transaksi.

Kabar pembahasan merger juga diikuti pergerakan saham setelah jam bursa. Reuters menyebut saham SpaceX naik sekitar 8% dalam perdagangan di luar jam bursa setelah kabar itu mencuat, sedangkan saham Tesla naik 1,8%. Pergerakan tersebut terjadi ketika ketentuan transaksi belum disepakati dan hasil pembahasan masih terbuka.

Musk menegaskan keputusan bukan berada di tangannya. “Saya pikir ini ide yang bagus, tetapi keputusan sepenuhnya bergantung pada komite khusus dari masing-masing perusahaan,” kata CEO Tesla dan SpaceX itu dalam konferensi pendapatan, sebagaimana dikutip Reuters.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 21 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis