HANOI — Ben Nguyen membawa nama Vietnam ke Piala Dunia F4 FIA di Macau, panggung yang menuntut pembalap muda menjaga presisi di lintasan jalan raya yang sempit. Pembalap berusia 17 tahun itu akan memperkuat Evans GP pada ajang yang berlangsung 19–22 November sebagai bagian dari Grand Prix Macau ke-73 di China.
Nguyen Hoai Nam Anh, yang dikenal sebagai Ben Nguyen, menjadi satu-satunya wakil Vietnam dalam daftar peserta resmi yang dirilis Federasi Otomotif Internasional (FIA). Ia akan mengemudikan mobil bernomor 3. Sasaran utamanya bukan mengejar posisi akhir, melainkan mengenali sirkuit dan menuntaskan balapan dengan bersih.
Ben Nguyen menghadapi tantangan Piala Dunia F4
Guia Circuit memiliki panjang 6,12 kilometer. Tembok pembatas berada dekat dengan lintasan, sementara tikungannya yang sempit membuat kesalahan kecil berisiko mengakhiri balapan. Karakter itu menjadikan pengalaman dan konsistensi sama pentingnya dengan kecepatan.
“Sirkuit Guia sepanjang 6,12 km adalah salah satu trek jalan raya paling menantang di dunia, dengan tikungan sempit dan pembatas yang berjajar di tepi jalan. Bahkan kesalahan kecil bisa mengakhiri balapan.
Karena itu, tujuan utama saya adalah mempelajari trek, mengemudi dengan bersih, dan mencapai garis finis. Saya tidak terpaku pada hasil. Bisa berada di grid start saja sudah menjadi pencapaian bagi balap formula Vietnam dan bagi saya secara pribadi,” kata Ben.
FIA menyatakan turnamen tahun ini diikuti 24 pembalap dari berbagai negara. Mereka dipilih dari kejuaraan F4 yang mendapat sertifikasi FIA. Di antara peserta yang disebut menonjol ialah Luka Sammalisto, juara F4 Italia 2026, serta Dries Van Langendonck, pemenang F4 Inggris 2026 yang juga masuk program pengembangan pembalap McLaren.
Modal podium dari kompetisi F4 regional
Ben memulai debutnya di Kejuaraan F4 Asia Tenggara setelah musim berjalan, tetapi mampu mengamankan satu podium dan menempati peringkat ketujuh klasemen akhir. Ia kemudian mengikuti kompetisi F4 di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Malaysia.
Pada awal Oktober 2026, Ben menjadi runner-up dan meraih satu hasil tiga besar lainnya di Formula Trophy Malaysia. Sebelumnya, ia tampil di F4 BlackArts Racing di Malaysia pada tahun lalu. Pada 2024, ia juga memenangi kelas 4SS Sprint dalam kejuaraan gokart domestik di Vietnam.
Catatan itu memberi Ben bekal menghadapi peserta yang datang dari kejuaraan berbeda. Namun, Macau menawarkan tantangan khusus: ruang untuk memperbaiki kesalahan sangat terbatas karena lintasan melewati jalan kota dengan pembatas di sisi trek. Targetnya untuk menjaga ritme dan menyelesaikan balapan mencerminkan tuntutan itu, bukan sekadar sikap merendah.
Bagi balap formula Vietnam, kehadiran satu-satunya wakil negara di daftar peserta juga membawa arti tersendiri. Ben menyebut posisi di grid start sebagai pencapaian, sementara pengalaman melawan pembalap dari berbagai kejuaraan internasional dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kariernya. Hasil di Macau belum menjadi fokus utama yang ia tekankan.
Dari simulator kamar ke lintasan internasional
Ben kini menempuh tahun pertama jurusan Teknik Motorsport di Purdue University, Indianapolis, Amerika Serikat. Ia menjalani studi sambil menjaga kebugaran, mempelajari aspek teknis, dan mencari pengalaman lewat kompetisi internasional.
Menurut ibunya, Nguyen Thu Huong, minat Ben pada mobil balap sudah tampak sejak kecil. Saat berusia enam tahun, ia mengoleksi mobil-mobil model dan menghabiskan waktu membaca tentang kendaraan, kecepatan, serta mekanika mobil.
Hobi itu kemudian berkembang menjadi latihan yang lebih serius. Ben mengumpulkan bahan teknis dan memakai uang keberuntungan yang diterimanya saat Tahun Baru Imlek untuk membuat simulator balap formula di kamar.
Ia berlatih secara rutin, mempelajari pembuatan gokart, cara meningkatkan kecepatan, dan prinsip aerodinamika. Ben juga mengikuti kursus musim panas khusus di University of California, Los Angeles, untuk memperdalam pengetahuan teknik mesin.
Huong, yang dinobatkan sebagai Miss Sports Vietnam pada 1995, pernah bekerja sebagai pembawa acara televisi sebelum beralih ke bisnis. Ia kemudian menjadi runner-up kontes Mrs. World yang digelar di Amerika Serikat pada 2011.
Piala Dunia F4 FIA pertama kali digelar pada 2025. Ajang ini ditujukan bagi pembalap muda yang berkompetisi di kejuaraan F4 berbagai negara dan menjadi bagian dari sistem pengembangan pembalap FIA. Macau akan memberi Ben pengalaman di panggung internasional yang menantang. “Bisa berada di grid start saja sudah menjadi pencapaian bagi balap formula Vietnam dan bagi saya secara pribadi,” kata Ben.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.