BEKASI — Pemkot Bekasi menyiapkan pelebaran saluran air dan tampungan panjang di kawasan Simpang Lima Jalan Raya Caman, Jatibening, untuk mengurangi genangan dan mencegah banjir. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menemukan sejumlah saluran menyempit saat meninjau lokasi pada Sabtu.
Penyempitan itu berpotensi menghambat aliran air ketika hujan. Penanganan di kawasan Kecamatan Pondokgede ini diharapkan membantu warga Jatibening Permai, Pondok Gede Permai, serta lingkungan sekitar yang terdampak genangan dan banjir saat musim hujan.
Saluran air Jatibening disiapkan lebih lega
Pemerintah Kota Bekasi merencanakan pelebaran saluran sekaligus pembangunan long storage, atau tampungan air memanjang, di kawasan persilangan tol. Infrastruktur itu dirancang untuk menahan air sementara agar beban aliran berkurang ketika hujan turun, terutama saat intensitasnya tinggi.
“Persoalan ini perlu segera ditangani terutama dari sisi kapasitas saluran sekaligus kapasitas tampungan,” kata Tri saat berada di Bekasi, Sabtu.
Ia menjelaskan, penyempitan saluran membuat aliran air tidak maksimal. Karena itu, pemerintah menyiapkan pelebaran saluran dan tampungan di kawasan persilangan tol sebagai bagian dari upaya pengendalian genangan.
“Kita lihat ada penyempitan saluran yang membuat aliran air tidak maksimal. Karena itu kita siapkan pelebaran saluran dan long storage di kawasan crossing tol,” katanya.
Aliran air harus terhubung sampai pembuangan
Pekerjaan tidak berhenti pada memperbesar saluran atau menyediakan tempat tampungan. Tri menginstruksikan perangkat daerah terkait memastikan desain dan pelaksanaan di lapangan memperhitungkan hubungan antarbagian saluran, kapasitas tampungan, serta jalur pembuangan air setelah hujan.
Pesannya jelas. Air yang tertahan di satu titik tetap perlu memiliki jalur untuk mengalir keluar. Tanpa memperhatikan bagian hilir, perbaikan infrastruktur berisiko menggeser genangan ke kawasan lain, bukan menyelesaikan masalah bagi warga.
Bagi masyarakat Jatibening Permai dan Pondok Gede Permai, rencana ini menyasar persoalan yang terasa langsung saat hujan: aliran yang tersendat dapat membuat air bertahan di lingkungan dan mengganggu aktivitas. Pemkot berharap pelebaran serta tampungan mengurangi tekanan pada saluran, meski hasilnya juga bergantung pada konektivitas hingga titik pembuangan.
Penanganan dari hulu ke hilir menjadi perhatian pemerintah kota. Artinya, desain saluran perlu mempertimbangkan bagaimana air bergerak dari kawasan yang terdampak menuju jalur pembuangan, bukan hanya kondisi di lokasi yang sedang diperbaiki.
Warga diminta menjaga fungsi saluran
Tri juga meminta masyarakat ikut menjaga saluran agar tetap berfungsi. Pemerintah, menurut dia, membangun infrastruktur, sementara warga berperan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Saluran harus kita jaga bersama. Pemerintah membangun infrastruktur, masyarakat ikut menjaga dan memastikan saluran tetap berfungsi dengan optimal,” kata dia.
Ajakan itu berkaitan langsung dengan tujuan proyek. Saluran yang sudah diperlebar tetap membutuhkan aliran yang tidak terhambat, sedangkan tampungan air perlu bekerja sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung. Pemerintah kota juga menekankan pentingnya memastikan jalur pembuangan berfungsi setelah hujan.
Belum ada rincian dalam keterangan Pemkot mengenai jadwal pengerjaan maupun ukuran pelebaran dan kapasitas tampungan. Untuk saat ini, rencana yang disampaikan mencakup pelebaran saluran dan pembangunan long storage di kawasan persilangan tol, dengan perhatian pada konektivitas aliran sampai titik pembuangan.
Tri meminta perangkat daerah memastikan desain dan penanganan lapangan mencakup jalur pembuangan air setelah hujan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.