DENPASAR — Balai Diklat Industri Denpasar mengembangkan talenta animasi, gim dan konten digital untuk memenuhi kebutuhan industri kreatif. Hingga Oktober 2026, lembaga di bawah Kementerian Perindustrian itu telah menggelar 13 pelatihan dan lokakarya yang diikuti 304 peserta.
Programnya mencakup industri kreatif digital, barista, hingga pengolahan pangan. BDI Denpasar juga menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi, dan inkubasi bisnis bagi calon wirausaha industri.
Pelaksana tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan lembaganya berperan menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. Ia menyampaikan hal itu di Denpasar, Sabtu.
“Pengembangan kompetensi di BDI Denpasar diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri, khususnya bidang animasi, konten digital, pengembangan aplikasi dan gim,” ujar Adie.
Talenta digital dan kebutuhan industri
Pengembangan keterampilan itu berlangsung saat industri elektronika dan telematika tumbuh. Pada triwulan II 2026, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik mencatat pertumbuhan 8,04 persen. Angka itu melampaui pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,32 persen.
Data tersebut memberi gambaran mengapa pelatihan yang dekat dengan kebutuhan perusahaan menjadi penting. Tenaga kerja tidak cukup hanya mengenal perangkat dan aplikasi; mereka juga perlu menguasai keterampilan yang dapat diterapkan dalam proses produksi maupun pengembangan produk digital.
BDI Denpasar menghubungkan pelatihan dengan dunia usaha melalui kemitraan bersama asosiasi industri, studio animasi, pengembang gim, rumah produksi, dan perguruan tinggi. Mitra ikut mendukung penyusunan kurikulum, pelaksanaan pelatihan, serta pemagangan. Dengan cara itu, materi belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan kerja yang dihadapi peserta setelah pelatihan.
Sejumlah mitranya adalah Asosiasi Game Indonesia, Asosiasi Industri Animasi Indonesia, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, Universitas Udayana, STIKOM Bali, serta The University of Sydney, Australia. Kolaborasi ini mencakup ekosistem yang beragam, dari pendidikan hingga pelaku industri kreatif.
Fasilitas BDI Denpasar dan pelatihan kompetensi
Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra mengatakan pihaknya terus meningkatkan mutu pelatihan berbasis kompetensi sekaligus memperluas layanan keterampilan bagi tenaga kerja industri. Sepanjang 2015 hingga Oktober 2026, BDI Denpasar telah menyelenggarakan pelatihan dengan total 16.113 peserta.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.