Senin, 26 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Asing Net Sell Rp 6,67 Triliun Sepekan, BBCA hingga BBRI Ramai Ditransaksikan

Asing Net Sell Rp 6,67 Triliun Sepekan, BBCA hingga BBRI Ramai Ditransaksikan
Asing Net Sell Rp 6,67 Triliun Sepekan, BBCA hingga BBRI Ramai Ditransaksikan Foto: katadata.co.id

JAKARTA — Asing net sell Rp 6,67 triliun selama perdagangan 19–23 Oktober 2026, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pekan itu. Saham-saham bank besar seperti BBCA dan BBRI ikut ramai diperdagangkan, tetapi data yang tersedia belum merinci transaksi masing-masing saham untuk keseluruhan pekan.

Angka net sell sepekan itu berasal dari bahan utama. Data pembanding Kumparan dan VIVA menyoroti transaksi pada Jumat, 23 Oktober 2026, dengan nilai jual bersih asing masing-masing dilaporkan Rp 1,28 triliun dan Rp1,29 triliun. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan pelaporan transaksi harian, bukan nilai kumulatif sepekan.

IHSG menguat, asing tetap mencatat jual bersih

Menurut laporan Kumparan yang mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 4,90 persen sepanjang pekan perdagangan 19–23 Oktober 2026, ke level 5.439,258 dari 5.185,105 pada pekan sebelumnya. Penguatan indeks berjalan beriringan dengan net sell asing yang disebut dalam bahan utama.

Pergerakan itu menunjukkan bahwa kenaikan indeks tidak otomatis berarti investor asing membeli saham secara bersih. IHSG mencerminkan pergerakan gabungan saham di bursa, sedangkan net sell mencatat selisih transaksi jual dan beli investor asing. Keduanya mengukur hal berbeda.

Aktivitas perdagangan juga meningkat menurut data BEI yang dikutip Kumparan. Rata-rata nilai transaksi harian bertambah 25,42 persen menjadi Rp 20,34 triliun, sementara frekuensi transaksi harian naik 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali. Namun, rata-rata volume transaksi harian justru turun 9,39 persen menjadi 39,96 miliar saham.

Perbedaan arah antarindikator itu memberi gambaran pasar yang lebih berlapis daripada sekadar melihat IHSG. Nilai transaksi dan frekuensi yang naik menandakan perdagangan lebih aktif, sementara volume saham yang turun menunjukkan jumlah lembar yang berpindah tangan tidak ikut bertambah.

BBCA dan BBRI masuk perhatian transaksi asing

VIVA melaporkan, pada Jumat, 23 Oktober 2026, BBCA mencatat net sell asing Rp766,98 miliar. BBRI menyusul dengan Rp346,82 miliar, sedangkan BBNI tercatat Rp101,25 miliar. Angka itu khusus untuk perdagangan harian, sehingga tidak bisa diperlakukan sebagai rincian net sell mingguan.

Dalam laporan yang sama, GOTO mencatat net sell Rp79,24 miliar dan BRIS Rp60,17 miliar pada hari tersebut. Data harian itu memperlihatkan saham perbankan berada di antara saham yang paling banyak dilepas investor asing pada Jumat, tetapi belum menjelaskan posisi transaksi untuk seluruh periode 19–23 Oktober.

Selisih angka net sell Jumat juga perlu dibaca sesuai sumbernya. Kumparan menyebut Rp 1,28 triliun, sedangkan VIVA melaporkan Rp1,29 triliun. Karena laporan tidak menyediakan penjelasan rinci tentang perbedaan metode atau pembulatan, kedua angka dipertahankan dengan atribusi masing-masing.

Bagi investor ritel, perbedaan antara data harian dan mingguan penting saat menilai aktivitas saham. Penjualan bersih asing pada satu hari atau satu pekan memberi informasi tentang arus transaksi, tetapi tidak dengan sendirinya menerangkan alasan di balik jual beli atau menentukan arah harga berikutnya.

Arus keluar juga tercatat di instrumen lain

Konteks pasar pada pekan itu turut mencakup arus keluar modal asing dari instrumen selain saham. Detik Finance melaporkan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menyebut arus keluar juga terjadi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), setelah rilis konsultatif paper MSCI pada Jumat, 16 Oktober.

Erwin tidak menyampaikan besaran arus keluar tersebut dalam keterangan yang dikutip Detik Finance. Ia mengatakan BI memastikan likuiditas rupiah cukup untuk memfasilitasi transaksi di pasar keuangan. BI juga menyiapkan operasi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan transaksi spot untuk menghadapi kemungkinan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Bagi pasar domestik, rangkaian informasi ini penting karena net sell saham hanya satu bagian dari pergerakan modal. Data yang tersedia menggabungkan penjualan bersih mingguan, transaksi harian, dan arus keluar pada instrumen lain; masing-masing memiliki cakupan waktu dan objek berbeda.

Angka-angka itu perlu dipisahkan agar pembaca tidak mengira transaksi Jumat merupakan rincian penuh dari total sepekan.

Pada pekan yang sama, kapitalisasi pasar BEI naik 4,66 persen menjadi Rp 9.583 triliun, dari Rp 9.157 triliun pada pekan sebelumnya, menurut data BEI yang dikutip Kumparan.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair