“Tujuan kami membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui perluasan akses pasar, pelatihan pertanian modern, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan usaha,” ujar Yutris.
Organisasinya juga ingin memperkuat praktik pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan melalui usaha pertanian skala kecil serta kerja sama dengan pemerintah dan pihak terkait. Menurut Yutris, koordinasi dengan pemerintah daerah diperlukan agar program yang disusun menjawab kebutuhan petani.
Dampaknya akan terasa apabila rencana itu berujung pada pendampingan yang membantu petani mengatasi kendala produksi sekaligus menjangkau pasar. Tanpa dukungan yang sesuai, lahan yang kembali digarap belum tentu memberi manfaat ekonomi yang bertahan bagi masyarakat.
Koordinasi mendahului rencana pelaksanaan
Dalam audiensi, kedua pihak membahas potensi pertanian Kota Solok dan gagasan menjadikan daerah tersebut sebagai lokasi percontohan. Pertemuan itu menjadi penjajakan kerja sama, belum merupakan keterangan bahwa program demplot sudah mulai berjalan.
Langkah berikutnya, menurut bahan yang disampaikan, mencakup pendataan potensi lahan, pemilihan komoditas yang sesuai, dan koordinasi dengan instansi terkait. Rangkaian itu diperlukan agar pemanfaatan lahan tidak lepas dari kondisi setempat dan kebutuhan petani.
DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Solok juga tengah menyiapkan pelantikan kepengurusan yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026. Organisasi itu menyebut agenda tersebut sebagai bagian dari pembentukan kepengurusan untuk menjalankan program yang telah direncanakan.
Rencana pertanian percontohan masih menunggu tindak lanjut koordinasi antara organisasi petani dan pemerintah daerah, termasuk pendataan lahan serta penentuan komoditas yang akan dikembangkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.