Selasa, 27 Oktober 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Trump Tawarkan Hadiah US$1 Juta untuk Laporan Kecurangan Pemilu

Kotak suara dan formulir laporan hadiah kecurangan pemilu di Washington
Trump menjanjikan hadiah bagi pelapor dugaan kecurangan pemilu yang berujung pada penangkapan dan vonis. (Ilustrasi: AI)

Langkah pemilu Trump dipersoalkan

Pengumuman hadiah datang setelah sejumlah langkah pemerintahan Trump yang memperbesar peran federal dalam pemilu. Bahan Los Angeles Times menyebut upaya di Alaska untuk membatalkan kemungkinan kemenangan Demokrat dalam pemilihan Senat serta dorongan di California untuk memisahkan surat suara pemilih yang dianggap pemerintah kemungkinan bukan warga negara.

Strait Times melaporkan pemerintahan Trump juga menekan negara bagian untuk menyerahkan data pendaftaran pemilih dan berpendapat bahwa langkah yang lebih ketat diperlukan demi kepercayaan publik. Sejumlah pejabat pemilu, termasuk dari Partai Demokrat dan sebagian Partai Republik, menilai langkah federal semacam itu sebagai campur tangan berlebihan, menurut laporan tersebut.

Trump juga meminta Partai Republik mengambil kendali lebih besar atas pemilu dan mendorong pembatasan surat suara melalui pos. Ia meragukan integritas pemilihan pendahuluan California dengan menuduh Demokrat berbuat curang tanpa menyertakan bukti, menurut Los Angeles Times. Kantor jaksa federal di Los Angeles menyelidiki tuduhan itu.

Dampaknya langsung menyentuh kepercayaan pemilih terhadap proses pemilu. Jika laporan warga tidak punya jalur pemeriksaan yang transparan, klaim yang belum teruji dapat memperkeruh suasana politik; sebaliknya, dugaan yang memiliki bukti perlu ditangani melalui prosedur hukum yang jelas. Sampai sekarang, pemerintah belum memaparkan prosedur tersebut.

Janji hadiah muncul saat persaingan Kongres ketat

Pemilu paruh waktu pada 3 November akan menentukan kendali Kongres. Republikan menghadapi tantangan mempertahankan mayoritas, sementara jajak pendapat yang dikutip Los Angeles Times menunjukkan partai itu menghadapi hambatan menjelang pemungutan suara. France 24 juga melaporkan Demokrat sedang menguat dalam sejumlah jajak pendapat menjelang pemilu.

Trump sebelumnya berjanji memberi US$5.000 kepada setiap orang dewasa di AS jika Partai Republik mempertahankan kendali Kongres. Janji itu menuai kritik lintas partai, dan sejumlah pihak menyebutnya berpotensi menjadi suap. France 24 menyebut realisasi pembayaran tersebut akan memerlukan persetujuan Kongres.

Trump pernah menyebarkan klaim palsu mengenai sistem pemungutan suara dan mempertanyakan integritas pemilu. Dalam pidato kepada pendukung di konvensi Partai Republik di Dallas pada September, ia meminta mereka untuk “berbuat curang habis-habisan, seperti yang mereka lakukan,” menurut bahan Los Angeles Times. Pernyataan itu berlawanan dengan seruannya agar pemilu berlangsung jujur.

Dengan pemungutan suara tinggal beberapa hari, pertanyaan berikutnya adalah apakah pemerintah akan mengumumkan aturan resmi untuk menerima dan memeriksa laporan, termasuk siapa yang berwenang memutuskan pembayaran hadiah US$1 juta.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda