Perusahaan teknologi berlomba mempercepat pemakaian kecerdasan buatan, tetapi perombakan organisasi tak selalu berjalan secepat peluncuran produk.
Microsoft menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan yang memenuhi syarat di India, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, sementara mantan manajer produknya menyerukan agar perusahaan mengurangi jumlah pegawai dan lebih mengandalkan agen AI.
Microsoft belum menyatakan bahwa program itu berkaitan dengan adopsi AI maupun kritik mantan manajer produk tersebut. Hubungan keduanya masih berupa pertanyaan, bukan alasan resmi yang diumumkan perusahaan.
Program Microsoft dan desakan memakai agen AI
Mantan manajer produk Microsoft, Merill Fernando, menyampaikan pandangannya melalui platform X. Ia menilai perusahaan perlu mengubah cara kerja agar mampu bersaing dengan OpenAI dan Anthropic, yang menurutnya bergerak lebih cepat dalam meluncurkan produk.
“Microsoft membutuhkan lebih sedikit orang,” tulis Fernando. Ia juga mendorong perusahaan agar lebih mengandalkan pekerjaan berbasis agen AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas dan alur kerja bertahap dengan tingkat pengawasan manusia yang berbeda-beda.
Fernando menilai skala bisnis, infrastruktur, dan basis pelanggan Microsoft saja tidak cukup untuk menjaga daya saing jika perusahaan tak bergerak cepat. Ia menyebut kecepatan pesaing sebagai tekanan yang nyata. “Microsoft harus berubah untuk bertahan hidup,” katanya.
Menurut laporan The Economic Times yang dikutip VIVA, tawaran pengunduran diri itu ditujukan kepada karyawan yang memenuhi syarat di empat negara. Namun, perusahaan belum menghubungkan program tersebut dengan peralihan ke agen AI.
Karena itu, desakan Fernando dan tawaran Microsoft perlu dibaca sebagai dua perkembangan yang muncul bersamaan, bukan sebagai bukti bahwa karyawan akan digantikan oleh sistem kecerdasan buatan.
Struktur organisasi jadi sorotan
Fernando mengaitkan kebutuhan perubahan dengan struktur internal perusahaan. Ia mengatakan pengalaman bekerja di Microsoft memperlihatkan banyaknya kelompok kecil, lapisan organisasi, dan sekat antartim yang dapat memperlambat penerapan teknologi.
“Saya pernah berada di dalam perusahaan. Saya melihat bagaimana berbagai hal dibuat. Banyak organisasi kecil. Lapisan demi lapisan. Sekat-sekat di mana-mana,” tulisnya.
Contoh yang ia kemukakan adalah managed identities, fitur keamanan yang dikembangkan tim Microsoft Entra pada 2017. Fitur itu memungkinkan aplikasi dan layanan melakukan autentikasi tanpa menanamkan rahasia konvensional langsung di dalam kode.
Menurut Fernando, tim pengembang menghadapi kesulitan saat mengajak unit lain mengadopsi fitur tersebut. Setiap tim memiliki prioritas dan pengambil keputusan sendiri. Akibatnya, teknologi yang dianggap bermanfaat tidak langsung digunakan secara luas.
Adopsinya, kata Fernando, baru meningkat setelah Microsoft mengalami insiden keamanan dan meluncurkan Secure Future Initiative (SFI), upaya perusahaan untuk memperkuat keamanan. “Microsoft harus diretas terlebih dahulu, dan Secure Future Initiative diluncurkan setelah itu, sebelum berbagai hal benar-benar bergerak,” tulisnya.
Kecepatan adopsi ikut menentukan persaingan AI
Kritik Fernando menyoroti persoalan yang berbeda dari kemampuan teknis AI: perusahaan juga harus membuat teknologi baru bisa dipakai lintas tim. Agen AI dapat menjalankan rangkaian tugas, tetapi penerapannya di organisasi tetap menuntut koordinasi dan keputusan internal.
Jika tiap unit bergerak dengan prioritas sendiri, kecepatan pengembangan produk tidak otomatis berujung pada penggunaan yang luas.
Bagi industri teknologi, perdebatan ini menyangkut lebih dari jumlah karyawan. Perubahan cara kerja dapat memengaruhi bagaimana perusahaan membagi tanggung jawab antara manusia dan sistem AI, serta seberapa cepat produk baru sampai ke pengguna. Namun, dalam kasus Microsoft, program pengunduran diri sukarela belum diumumkan sebagai bagian dari strategi tersebut.
Fernando memakai pengalaman managed identities untuk menggambarkan lamanya perubahan internal. Ia mengatakan fitur itu akhirnya didukung hampir setiap aplikasi dan layanan Microsoft. “Enam tahun, dan sebuah insiden keamanan besar, untuk sampai ke sana.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.