Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Mengapa Allah Menciptakan Orang Kaya dan Miskin? Ini Penjelasannya dalam Al-Qur’an

Mengapa Allah Menciptakan Orang Kaya dan Miskin? Ini Penjelasannya dalam
Mengapa Allah Menciptakan Orang Kaya dan Miskin? Ini Penjelasannya dalam Foto: Sindonews

JAKARTA — Al-Qur’an menjelaskan perbedaan rezeki orang kaya dan miskin sebagai bagian dari ketetapan Allah, bukan ukuran pasti kemuliaan seseorang. Surat Asy-Syura ayat 27 menyebut rezeki diturunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki.

Penjelasan ini penting karena keadaan ekonomi kerap dianggap sebagai tanda seseorang lebih disayang atau kurang diperhatikan Tuhan. Dalam ajaran Islam, kelapangan maupun kesempitan rezeki dapat menjadi ujian, sementara manusia tetap diperintahkan bersyukur, bersabar, dan berusaha.

Perbedaan rezeki dalam Al-Qur’an

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, penjelasan atas Surat Asy-Syura ayat 27 menguraikan bahwa Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya menurut pilihan dan ketetapan yang mengandung kemaslahatan bagi mereka. Ayat itu menyatakan, jika rezeki dilapangkan kepada seluruh hamba tanpa ukuran, mereka dapat berbuat melampaui batas di bumi.

Allah berfirman: “Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 27).

Ayat tersebut menerangkan bahwa pembagian rezeki berada dalam ketetapan Allah. Namun, penjelasan itu tidak berarti manusia dapat memastikan alasan khusus di balik keadaan ekonomi seseorang. Kekayaan bukan bukti otomatis bahwa seseorang lebih mulia, begitu pula kemiskinan tidak menunjukkan seseorang tidak layak memperoleh kelapangan.

Setiap orang menghadapi keadaan yang berbeda. Ada yang diuji dengan harta berlimpah, ada pula yang berjuang dalam keterbatasan. Pesan utamanya bukan menghakimi kondisi orang lain, melainkan mengakui keterbatasan manusia dalam memahami seluruh hikmah di balik ketetapan tersebut.

Rezeki tidak hanya berupa uang

Dalam ajaran Islam, rezeki mencakup lebih dari uang dan kekayaan. Makanan, kesehatan, keluarga, ilmu, serta nikmat lain juga termasuk rezeki yang diterima manusia. Cara pandang ini membuat ukuran kesejahteraan tidak berhenti pada banyak atau sedikitnya harta.

Al-Qur’an dalam Surat Fathir ayat 3 mengajak manusia mengingat nikmat Allah dan mempertanyakan siapa yang memberi rezeki dari langit dan bumi. Ayat itu berbunyi: “Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi?”

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Weton Tanggal Lahir: Kalkulator Hari, Pasaran, dan Neptu Jawa